Mengenal Setya Novanto, Koruptor yang Dapat Remisi, Pernah Drama ke RS Karena Benjolan Segede Bakpao

Setya Novanto merupakan politisi Partai Golkar, pria yang sering mendapat julukan Papa Setnov ini tersandung kasus korupsi E-KTP


zoom-inlihat foto
Mengenal-Setya-Novanto-Koruptor-yang-Dapat-Remisi-Pernah-Drama-ke-RS-Karena-Benjolan-Segede-Bakpao.jpg
Kolase Tribunnewswiki/Kompas/Kolase Tribun Jabar/Twitter
Mengenal Setya Novanto, Koruptor yang Dapat Remisi, Pernah Drama ke RS Karena Benjolan Segede Bakpao


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Saat ini sosok Setya Novanto kembali menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia.

Hal ini lantaran tersangka korupsi KPT Elektronik ini mendapat remisi 3 bulan.

Tak hanya Setya Novanto, Imam Nahrawi juga mendapatkan remisi yang sama.

Tahukah kamu siapa Setya Novanto sebenarnya ?

Berikut Tribunnewswiki rangkum terkait sosok Setya Novanto yang perlu kamu ketahui.

Setya Novanto merupakan politisi Partai Golkar.

Pria yang sering mendapat julukan Papa Setnov ini menjadi Ketua DPR RI periode 2014-2019.

Baca: MANTAP Betul 2 Koruptor Ini Dapat Remisi Kemerdekaan Potong Masa Tahanan 3 Bulan

Baca: Beredar Foto Setya Novanto Bawa Ponsel di Lapas Sukamiskin, Kalapas: Sudah Kita Ingatkan

Di tengah masa jabatan, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus korupsi pengadaan KTP elektronik.

Setnov memperoleh suara sebanyak 85 ribu di Dapil NTT II pada pemilu tahun 2014.

Setya Novanto lahir di Bandung pada 12 November 1955.

Setya Novanto,lahir dari ayah bernama R Soewondo Mangunratsongko dan ibu bernama Julia Maria Sulastri.

Pendidikan TK dan SD ia tempuh di Bandung.

Setya Novanto
Setya Novanto (Kolase Tribun Jabar/Twitter)

Ketika SMP, ia pindah ke Jakarta.

Setnov sekolah di SMP Negeri 73 Tebet.

Pada tahun 1970, ia masuk ke SMA Negeri 9 Jakarta.

Setya kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya di jurusan akuntansi.

Di kampus tersebut, Setnov lulus pada tahun 1979.

Setya Novanto melanjutkan pendidikannya di Universitas Trisakti Jakarta jurusan akuntansi manajemen dan selesai pada tahun 1983.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Setya Novanto harus bekerja sebagai sopir dan pembantu rumah tangga.

Hal tersebut ia lakukan ketika sedang menempuh pendidikan di Universitas Trisakti.

Setya Novanto menumpang di rumah keluarga Hayono Isman, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Baca: Yasonna Laoly Ingin Bebaskan Napi Koruptor, Najwa Shihab: Cek Lagi Sel Papa Setya Novanto

Setnov bertugas untuk mengantar anak-anak Hayono Isman ke sekolah, mencuci baju, dan membersihkan lantai rumah.

Sementara itu, untuk membiayai hidup ketika kuliah di Universitas Widya Mandala Surabaya, Setya Novanto berjualan beras.

Setya Novanto menjual beras di Pasar Wonokromo, Surabaya setiap pukul 4 pagi.

Kehidupan mulai berubah setelah ia lulus kuliah.

Pada tahun 1987, ia menjadi Komisaris Utama PT Nagoya Plaza Hotel.

Jabatan tersebut ia emban hingga tahun 2004.

Pada tahun 1999, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar.

Setya Novanto terus terpilih sebagai anggota dewan, hingga tahun 2009 ia menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar.

Drama Setya Novanto

Dari ke RS karena Benjolan Segede Bakpao sampai Tangan Kiri Tak Bisa Digerakkan

Terbongkarnya Setya Novanto keluyuran atau pelsiran di galeri keramik di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, menyisakan banyak pertanyaan, apakah benar berobat atau hanya akal-akalan?

Drama agar Setya Novanto bisa keluar dari Lapas Sukamiskin.

Jika Setya Novanto izin berobat ke Rumah Sakit Santosa, seperti diungkapkan kepala Kantor Kemenkum HAM Jabar Liberti Sitinjak, mengapa jalan-jalan hinggga Padalarang?

Drama benjolan Setya Novanto sebesar bakpao
Drama benjolan Setya Novanto sebesar bakpao (Tribun Jabar)

Padahal Rumah Sakit Santosa itu ada di Kota Bandung. Sementara Galeri Keramik itu ada di Bandung Barat.

Sakit apa sebenarnya yang diderita Setya Novanto sehingga wara wiri izin berobat?

Sebelum ramai jadi berita karena plesiran ke Padalarang, mantan Ketua DPR tersebut dikabarkan izin berobat ke rumah sakit Santosa Bandung.

Kepala Kantor Kemenkum HAM Jabar Liberti Sitinjak mengatakan, awalnya Novanto izin keluar Lapas Sukamiskin untuk berobat.

Liberti mengaku sempat menyidak Rumah Sakit Santosa untuk memastikan keberadaan Setya Novanto.

"Sebenarnya izin dia keluar itu kan untuk berobat, saya sempat menyidak beliau itu pada masuk RS tanggal 12. Saat di RS itu, memang secara kasat mata ada infus menempel di tangan kanan," kata Liberti dihubungi Kompas.com Sabtu (15/6/2019), dilansir dari Tribun Jabar.

Liberti kemudian menanyakan terkait sakit yang diderita Setya Novanto saat itu.

"Saya tanya sakitnya apa, katanya tangan kiri tak bisa digerakan. Namun karena sudah ada infus di situ itu sudah bidangnya dokter," kata Liberti.

Meski begitu Liberti tak dapat memastikan sakit sebenarnya yang diderita Novanto.

"Kalau soal penyakit nya itu saya tak bisa terlalu dalam karena itu ranah kedokteran, mungkin nanti hari Rabu kita bicara lagi penyakit apa sebenarnya, karena saya enggak bisa ngarang kalau soal medis," terangnya.

Saat menemui Novanto Di RS, Liberti bahkan sempat menyampaikan pesan kepada Novanto untuk tidak berulah dan bikin kegaduhan ketika sedang berobat.

"Saya bilang ke beliau, sudah kalau berobat ya berobat, jangan buat kegaduhan yang aneh-aneh, berobat saja," katanya.

Ketika pulang dari RS, Liberti mendapat laporan pada Jumat (14/6/2019) dari Kalapas Sukamiskin terkait berita di media sosial bahwa Novanto tengah berada di Padalarang.

"Setelah tahu itu saya sambil on the way Lapas Sukamiskin, perintahkan lakukan pemeriksaan terhadap petugas pengawalnya sekaligus juga kepada Novantonya," kata Dia.

Seperti diberitakan, terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, dipindahkan dari Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, ke Rutan Gunung Sindur di Kabupaten Bogor, Jumat (14/6/2019).

Novanto dibawa keluar dari Lapas Sukamiskin pada pukul 22.30 WIB.

Pemindahan dilakukan malam itu juga setelah foto pria yang diduga dirinya tengah pelesiran di Kabupaten Bandung Barat, beredar luas, Jumat.

Kakanwil Kemenkum HAM Jabar Liberty Sitinjak mengatakan, terpidana 15 tahun penjara itu dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur yang memiliki pengamanan ekstra ketat.

Rutan Gunung Sindur, lanjut dia, merupakan rutan dengan mayoritas narapidana kelas kakap.
Kebanyakan adalah narapidana kasus teroris, bandar narkoba maupun korupsi.

Drama Setya Novanto sebelumnya adalah ketika dia berlama-lama di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Waktu itu, pengacaranya menyebut Setya Novanto mengalami kecelakaan dan ada luka di bagian dahi.

Luka akibat benturan saat mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik, membuat kepalanya benjol segede bakpao.

Namun, dalam persidangan dokter Bimanesh Sutarjo, dokter yang merawat Setya Novanto, dua perawat yang bersaksi menyebut tidak ada luka atau benjolan di kepala Setya Novanto.

Menurut mereka, saat dibawa ke rumah sakit, seluruh tubuh Setya Novanto ditutup dengan selimut.

Hal itu dikatakan Nana dan Suhaidi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (26/3/2018).

Keduanya bersaksi untuk terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo.

"Tidak ada luka, tidak ada benjolan," ujar Nana kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Nana, dia dua kali melihat kondisi Novanto. Saat Novanto sudah di dalam kamar VIP 323, Nana hanya melihat baju pasien dibuka.

Saat itu, Nana memastikan tidak ada luka atau benjolan di tubuh Novanto.

Hal itu juga dikatakan Suhaidi. Kepada jaksa, Suhaidi mengaku melihat sisi kiri wajah Novanto saat dibawa menggunakan brankar.

"Waktu di depan rumah sakit sudah ditutupi selimut. Pipi kirinya (Setya Novanto) saya lihat tidak ada luka," kata Suhaidi.

Keterangan kedua saksi tersebut sekaligus membantah keterangan mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi.

Saat itu, Fredrich mengatakan kepada awak media bahwa kliennya itu berada dalam kondisi yang parah. Novanto, kata Fredrich, dalam keadaan pingsan dan sekujur tubuhnya mengalami luka.

"Perlu MRI, luka di bagian sini (pelipis), benjol besar segede bakpao," kata Fredrich pada 16 November 2017 lalu.

(TRIBUNNEWSWIKI)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved