Jenazah SW kini diotopsi di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Sementara itu, RAR dan BAM kini dirawat di RS Sentra Medika, Depok.
Akibat perkelahian antara keduanya, terduga pelaku mengalami luka di bagian lengan kiri, sedangkan BA terluka di kepala dan lengan.
Polisi belum meminta keterangan dari terduga pelaku karena pengaruh bius.
"(Terduga pelaku) belum bisa diperiksa karena pengaruh bius. Jadi, kami enggak akan memaksakan, nanti kami lihat kondisinya," kata Arief.
Menurut keterangan polisi, RA memiliki seorang adik perempuan yang masih bersekolah di bangku sekolah dasar (SD).
"(SW-BA punya) anak lagi, yang paling kecil, (jenis kelaminnya) perempuan," ungkap Kapolsek Cimanggis Kompol Arief Budiharto di Mapolsek Cimanggis, Kamis.
Ia menjelaskan, pada Kamis pagi, terduga pelaku RA sempat mengantarkan adik perempuannya berangkat ke sekolah.
Setelah itu, RAR diduga membunuh ibu serta ayahnya di kediaman mereka.
"Pagi tadi, terduga pelaku nganter adiknya dulu (untuk bersekolah). Jadi, pas kejadian, adiknya enggak ada di rumah," ucapnya. Kini, adik perempuan RA dijaga oleh pamannya.
Baca: Keseharian AAB Pembunuh Mahasiswa UI Dibongkar Teman, Sering Main Kripto dan Nonton Film Narcos
"Sekarang, adiknya dijaga sama pamannya," tutur Arief.
Sebelumnya diberitakan RAR diduga membunuh ibunya dan melukai sang ayah menggunakan senjata tajam.
Jenazah SW kini diotopsi di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Sementara itu, RA dan BA kini dirawat di RS Sentra Medika, Depok.
Motif Anak Bunuh Ibu dan Lukai Ayah di Depok
Terkuak motif pria berinisial RAR (23) membunuh ibunya SW (43) dan membacok ayahnya BAM (49) di kediaman korban Jalan Takong RT 03/08, Tapos, Kota Depok, pada Kamis (10/8/2023).
Motif RAR tega membantai orangtua sendiri ternyata diduga masalah transparasi keuangan perusahaan milik BAM.
Diketahui, BAM merupakan pemilik gudang pengelolaan limbah kertas yang akan dibuat menjadi kardus kemasan.
RAR bekerja di perusahaan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Cimanggis, Kompol Arief Budiharso.
"Intinya, terjadi sedikit permasalahan internal keluarga itu. Jadi memang korban (BAM) ini punya usaha terkait pengelolaan kardus, packing kardus, dikelola oleh keluarga tersebut, termasuk anaknya (RAR) juga dilibatkan dalam usaha tersebut," ucap Arief di ruang kerjanya, Kamis (10/8/2023).
"Akan tetapi, dalam perjalanannya menurut informasi dari yang bersangkutan (korban BAM), ada masalah terkait pengelolaan keuangan dari usaha tersebut," timpalnya.