Mellisa menyebut pengecekan badan harus dilakukan di tempat yang privat dan dilakukan sesama jenis.
"Kemudian, dalam prosedur yang benar, tempatnya privat, sesama jenis, dalam artian kalau yang diperiksa yang dicek adalah perempuan, maka yang memeriksa selayaknya perempuan. Kita Kan ada norma dan hukum yang berlaku seperti yang mereka sampaikan dalam perjanjian bahwa Miss Universe Indonesia harus mengutamakan norma dan hukum yang berlaku di sini," kata dia menjelaskan.
Kata dia, kontes yangseharusnya meninggikan martabat perempuan itu justru diwarnai dengan pelecehan.
Laporan tersebut sudah teregister dengan nomor LP/B/4598/VII/2023 SPKT POLDA METRO JAYA. Terlapor dalam hal PT Capella Swastika Karya.
Rumor suap
Selain diterpa kasus dugaan pelecehan, ajang Miss Universe Indonesia 2023 juga pernah diterpa rumor suap.
Fabienne Nicole yang mewakili DKI Jakarta berhasil menjadi juara dan akan mewakili Indonesia Miss Universe di El Savador bulan November mendatang.
Namun, kemenangan Fabienne itu dikritik oleh beberapa pageant lover yang menganggap tinggi badan Fabienne tidak ideal sehingga dia tidak layak menang.
Kritik itu kemudian berkembang menjadi dugaan adanya suap sebesar Rp5 miliar agar Fabienne memenangkan kontes itu.
Akan tetapi, hingga kini tidak ada bukti mengenai suap itu. Fabienne tampak berusaha membantah rumor itu dengan mengunggah bermacam dukungan positif dari orang sekitarnya.
Baca: Terulang Lagi! Steve Harvey Salah Sebut Pemenang Kostum Terbaik di Miss Universe
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Miss Universe Indonesia di sini.