TRIBUNNEWSWIKI.COM - Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23), mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang membunuh juniornya, Muhammad Naufal Zidan (19), disebut berasal dari keluarga orang kaya.
Hal tersebut terungkap setelah Altafasalya mengaku bahwa motif dirinya membunuh Naufal Zidan adala karena terlilit utang pinjaman online (Pinjol) hingga tak bisa membayar sewa indekosnya.
Adapun hal itu terlontar dari komentar salah satu warganet tanah air di kolom komentar unggahan belasungkawa untuk Naufal Zidan oleh akun Instagram resmi UI, @univ_indonesia.
Akun @wlnsiti merasa janggal dengan motif dalam kasus pembunuhan mahasiswa UI itu.
Sebab, menurutnya pelaku pembunuhan tersebut berasal dari keluarga yang berkecukupan.
"Tapi pelakunya kan dr kalangan lebih mampu?" kata netizen dengan akun @wlnsiti, dikutip Tribunnewswiki pada Sabtu, 5 Agustus 2023.
"Apa biar memperingan hukuman ya makanya motifnya diubah?"
Baca: Mengenal Sosok Mariana, Wanita 41 Tahun yang Nikah dengan Kevin Remaja 16 Tahun, Ternyata Kaya Raya
"Agak aneh ada yg janggal kayanya emg pembunuhan berencana," imbuhnya.
Seperti diketahui, penemuan jenazah Naufal Zidan di kamar kosnya di Jalan Palakali, Kelurahan Kukusan, Beji, Kota Depok, pada Jumat, 4 Agustus 2023, menggegerkan masayarakat.
Mayat Naufal ditemukan terbungkus plastik sampah berwarna hitam di kolong kasur kamar indekosnya.
Wakil Kasatreskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan menjelaskan bahwa Naufal Zidan merupakan korban pembunuhan seniornya di UI.
Senior Naufal di UI yang membunuhnya itu tidak lain dan tidak bukan ialah Altafasalya Ardnika Basya.
Naufal dan Altaf diketahui sama-sama mahasiswa UI Program Studi Sastra Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), UI.
Dalam kasus ini, polisi menegaskan bahwa motif pembunuhannya adalah karena pelaku terlilit utang pinjol hingga pembayaran kamar kosnya.
Baca: Sosok Muhammad Naufal Zidan, Mahasiswa UI yang Tewas Dibunuh Seniornya, Dikenal Baik dan Berprestasi
Selain itu, pelaku juga nekat membunuh korban karena merasa iri dengan prestasi yang telah diraih oleh korban.
"Pelaku (AAB) iri dengan kesuksesan korban (MNZ) dan terlilit bayar kosan serta pinjol," kata AKP Nirwan kepada wartawan, Jumat, 4 Agustus 2023.
Nirwan menyampaikan bahwa pelaku juga mengambil barang-barang berharga milik korban setelah membunuhnya.
"Di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan, ada barang-barang (milik MNZ), yang diambil pelaku berupa laptop MacBook, dompet, dan ponsel iPhone," ucapnya.
Pelaku sendiri ditangkap kurang dari 3 jam pasca penemuan mayat itu.
Setelah itu, polisi langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.