Sementara itu, Agus menjelaskan bahwa R sudah mempersiapkan alat dan bahan sebelum membakar sekolahnya sendiri.
R membuat perkakas seperti bom molotov dengan bahan bakar berupa minnyak yang dicampur bahan bakar korek gas.
"Ada sumbu api di bagian pucuknya. Harapannya, api bisa segera membakar gedung sekolah," jelas Agus, dikutip dari Kompas.id.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, R sudah menyiapkan bahan mudah terbakar yang dimasukkan ke 3 botol seminggu sebelum peristiwa terjadi.
R belajar membuat bahan mudah terbakar dari salah satu rekannya yang identitasnya belum diketahui.
Tak sampai di situ, ia juga sudah "memetakan" lokasi pembakaran yang sesuai dengan tempatnya mengalami perundungan dan tidak diapresiasi oleh guru.
Lokasi pembakaran berada di ruang kelas IX dan 2 lainnya di gudang prakarya.
R Menyusun Rencana dan Meracik Bahan untuk Bakar Sekolah
R lalu membuat rencana dan meracik bahan untuk membakar sekolah.
Sebelumnya, ia sempat melakukan uji coba bahan itu di rumah dan berhasil.
Kemudian dia membuat 3 botol bahan untuk membakar sekolahnya.
Awalnya R datang ke sekolahnya pada Selasa (27/6/2023) dini hari.
R lalu menyulut botol berisi bahan racikannya di tiga titik lokasi.
Api pertama kali muncul sekitar pukul 02.00 WIB dan diketahui oleh penjaga sekolah
Penjaga sekolah yang melihat api lalu meminta bantuan warga untuk memadamkan api.
Api baru padam sekitar pukul 03.00 WIB.
Saat melakukan pemadaman api, warga melihat R yang ada di sekitar sekolah.
Warga pun curiga pada R karena R merupakan warga desa lain.
Secara tak terduga, R mengaku jika dia baru saja membakar sekolah.
Warga lalu membawa R ke Polsek Pringsurat.
R mengaku menyesal, namun wajah remaja ini tak nampak menyesal dan terlihat biasa saja.