TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman akan pensiun dari kedinasan militer pada 1 Desember 2023.
Sehingga, jika tak ada perubahan, pada akhir tahun ini TNI AD akan memiliki pimpinan baru.
Waktu pensiun Dudung bersamaan dengan berakhirnya masa dinas Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
Artinya, pengganti Jenderal Dudung juga berpeluang besar menjadi Panglima TNI selanjutnya.
Apalagi, Yudo Margono dan Dudung akan pensiun bertepatan jadwal kampanye Pemilu 2024 dimulai.
Ada sejumlah nama yang digadang berpeluang menjadi KSAD.
Nama-nama tersebut adalah perwira tinggi atau Pati bintang 3 TNI AD.
Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyebut setidaknya ada tiga nama yang masuk jajaran teratas calon kuat KSAD.
Ketiganya adalah Pangkostrad Letjen Maruli Simanjuntak, Wakil KSAD Letjen Agus Subiyanto, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto.
Baca: KSAD Jenderal Dudung Instruksikan POM AD Kejar Kopda M Diduga Otak Penembakan Istrinya
Menurut TB Hasanuddin, dari ketiga nama tersebut, Letjen Suharyanto paling berpeluang.
Alasannya Suharyanto adalah yang paling senior. Ia memprediksi Suharyanto lah yang paling berpeluang menjadi Kasad.
"Kalau dari track record memang ketiga perwira ini sama-sama mumpuni dan berpeluang menduduki jabatan Kasad karena pernah menjabat di beberapa satuan komando, kesatuan teritorial dan tempat lain," kata Hasanuddin.
"Hanya saja, Suharyanto ini lebih senior dan sebagai Kepala BNPB memiliki pengalaman teritorial yang lebih dari yang lain, sehingga paling berpeluang menjadi Kasad," ujarnya.
Dalam catatan redaksi, baik Suharyanto, Maruli Simanjuntak, dan Agus Subiyanto, adalah jenderal-jenderal yang di lingkaran Presiden Jokowi.
Maksudnya, ketiga orang ini pernah bertugas di istana.
Baca: Selain Penjara Seumur Hidup, Kolonel Priyanto Juga Dituntut Dipecat dari TNI AD
Maruli Simanjuntak dan Agus Subiyanto, misalnya, pernah menjadi komandan paspampres atau danpaspampres.
Maruli Simanjuntak juga adalah menantu Menko Luhut Panjaitan.
Sementara Suharyanto pernah menjabat sebagai sekretaris militer presiden atau Sesmilpres.
Selama ini, Jokowi biasa mempercayakan jabatan strategis di TNI dan Polri kepada orang-orang yang dikenalnya atau pernah bertugas di lingkarannya.
Sebut saja Marsekal (purn) Hadi Tjahjanto, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, hingga Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, yang pernah berdinas dekat dengan Presiden Jokowi. Entah itu saat di Solo maupun di istana, sebagai danpaspampres atau sesmilpres.