Indonesia Akan Masuki Fase Endemi, Jokowi: Kalau Kena Covid-19, Tak Dibiayai Pemerintah

Setelah Indonesia memasuki fase endemi, ppabila masyarakat terkena Covid-19, biaya perawatan sudah tidak ditanggung lagi oleh pemerintah.


zoom-inlihat foto
Cerita-Jokowi-Ikut-K.jpg
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat makan durian bersama para menteri Kabinet Indonesia Maju di kedai Si Bolang, Medan usai nobar Timnas Indonesia vs Thailand pada Selasa (16/5/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa Indonesia segera memasuki fase endemi Covid-19.

Ada sejumlah konsekuensi sehubungan dengan masuknya Indonesia ke fase tersebut. Salah satunya adalah apabila masyarakat terkena Covid-19, biaya perawatan sudah tidak ditanggung lagi oleh pemerintah.

"Dalam seminggu, dua minggu ini akan kita nyatakan kita masuk ke endemi. Ini hati-hati kalau sudah masuk endemi, kalau kena Covid-19 bayar. Saat ini masih ditanggung pemerintah, begitu masuk endemi, jangan tepuk tangan dulu, sakit Covid bayar. Konsekuensinya itu," kata Jokowi pada acara relawan Bara JP, Minggu (18/6/2023), dikutip dari Kompas.com.

Kendati nantinya biaya perawatan tidak lagi dibayar pemerintah, Jokowi meminta masyarakat bersyukur atas perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini.

Jokowi mengklaim dulu dia tak bisa membayangkan kapan pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir.

Baca: WHO Sebut Situasi Darurat Covid-19 Berakhir, Apakah Pandemi Juga Dinyatakan Selesai?

"Dulu saya enggak (bisa) bayangin ini akan selesai kapan, ini entah sampai kapan enggak bisa dibayangin. Sudah kena satu, sudah kena Delta, Omicron, ternyata memang patut kita syukuri alhamdulillah bisa selesai," kata dia.

Menurut Jokowi, pemerintah sudah menyuntikkan 452 juta dosis vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Penyuntikan sebanyak ratusan juta dosis itu bisa dilakukan lantaran Indonesia berada dalam kondisi terdesak dan berupaya mengendalikan penularan Covid-19.

Pada bulan Januari 2023 pemerintah sudah melakukan studi tentang kondisi kekebalan masyarakat Indonesia terhadap Covid-19.

"Ternyata 98 persen penduduk kita sudah imun, entah dari suntikan vaksin atau mungkin sudah karena tertular secara alami," ujar Jokowi.

Mantan Wali Kota Surakarta itu turut menyinggung situasi ekonomi Indonesia setelah terdampak pandemi Covid-19.

Baca: WHO Umumkan Covid-19 Bukan Lagi Jadi Darurat Kesehatan Global

Baca: Status Darurat Covid-19 di Indonesia Diperpanjang hingga Akhir Juni 2023

Menurut dia, apabila dibandingkan dengan negara-negara anggota G20, Indonesia masih berada pada peringkat atas pertumbuhan ekonomi.

"Ekonomi kita saat ini tidak jelek-jelak amat. Kita kalau di G20 itu masuk papan paling atas. G20-ya negara gede-gede loh ya," kata dia menjelaskan.

"Kita tahun kemarin tumbuh 5,3 persen tinggi sekali, kuartal pertama tahun ini tumbuh 5,03 persen, inflasi kita juga berada di angka 4 persen. Artinya, harga-harga bisa dikendalikan."

Bukan lagi darurat kesehatan dunia

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Jumat, (5/5/2023), mencabut status situasi darurat Covid-19.

Menurut Sekretaris Jenderal WHO Tedros  Adhanom Ghebreyesus , pandemi Covid-19 menampakkan tren penurunan selama lebih dari setahun. Selain itu, kekebalan kelompok atau herd immunity juga telah meningkat.

Dilansir dari Associated Press, WHO mengizinkan penduduk di sebagian besar negara di dunia ini untuk kembali hidup normal seperti sebelum pandemi. Dapat dikatakan bahwa fase terburuk pandemi telah usai.

Tedros menyebut tahun lalu WHO dan pakar komite kedaruratan telah menganalisis data guna menentukan kapan bisa menurunkan status pandemi. Kemudian, para pakar menyarankan Tedros untuk mencabut status darurat Covid-19.

Banyak negara telah mencabut kebijakan pembatasan yang ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved