Tak Terima Ditagih Uang Kas yang Nunggak, Bocah SMP di Mojokerto Habisi Bendahara Kelas

Seorang bocah SMP nekah menghabisi nyawa temannya lantaran tak terima ditarik uang iuran kas.


zoom-inlihat foto
suryamohammad-romadonidfg.jpg
surya/mohammad romadoni
Bupati Mojokerto bertakziah ke rumah siswi SMP yang meninggal di Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Selasa (3/6/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kabar mengejutkan datang dari Mojokerto, Jawa Timur.

Seorang bocah SMP nekah menghabisi nyawa temannya lantaran tak terima ditarik uang iuran kas.

Mirisnya, pelaku pembunuhan berinisial AB ini masih 15 tahun.

Sementara bendahara kelas yang menjadi korban adalah AE (15) yang tak lain teman sekelas pelaku.

Mereka berdua adalah anak di sebuah SMP di Mojokerto, Jawa Timur.

Tak sendirian, AB mengajak MA (19) untuk mengahabisi nyawa AE.

Baca: Curhatan Karyawan Indomaret di Gorontalo yang Bunuh Diri karena Pinjol, Sempat Posting Kata-kata Ini

Baca: Geger Temuan Potongan Tubuh di Sidoarjo dan Surabaya, Pembunuhnya Ahli?

Sebelum AE dibunuh, korban sempat menagih uang lantaran AB menunggak iuran kelas selama dua bulan.

Ternyata hal tersebut menimbulkan rasa dendam.

Lantaran tersinggung dengan perlakuan AE, ia mengajak teman untuk membunuh bendahara kelas tersebut.

“Sementara ini yang kami dapatkan, yang bersangkutan katanya dendam kepada korban."

"Korban ini kan menjadi bendahara kelas, awalnya dia (pelaku) ditagih, dibangunkan, kemudian dia dendam,” papar Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria, dilansir dari Tribun Solo.

Petugas mengevakuasi jenazah korban siswi SMP bendahara kelas ke kamar jenazah RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Petugas mengevakuasi jenazah korban siswi SMP bendahara kelas ke kamar jenazah RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. (surya.co.id/mohammad romadoni)

“Karena merasa tidak terima saat di kelas itu pelaku dibangunkan kemudian ditagih untuk membayar iuran kelas, urunan kelas kurang lebih selama dua bulan."

"Karena hal itu, pelaku dendam kepada korban,” imbuh Wiwit.

Korban, kata Wiwit, dihabisi teman sekelasnya dengan dibantu temannya MA.

AE dibunuh di belakang rumah pelaku.

Lalu jasad AE dibawa ke parit di bawah rel kereta api.

Wiwit menjelaskan, sejauh ini penyidik belum menemukan motif lain selain karena dendam pelaku kepada korban.

“(Motif) yang pertama dendam. Kemudian ponsel sama sepeda motor diamankan sama pelaku. Handphone sempat dijual oleh pelaku senilai Rp 1 juta, kemudian hasilnya dibagi dua,” ungkap Wiwit.

Saat ini, tambah dia, kedua pelaku menjalani pemeriksaan dan ditahan di Mapolres Mojokerto Kota.

Sebelumnya diberitakan, setelah sebulan dilaporkan hilang, AE (15), siswi salah satu SMPN di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat dibunuh.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Musuh dalam Selimut

    Musuh dalam Selimut adalah sebuah film drama romansa
  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved