Bantah Ada Kontrak Politik dengan Ganjar Perihal Menteri, PDIP: 1.000 Persen Tak Ada

PDIP membantah rumor adanya kontrak politik antara partai itu dan Ganjar Pranowo.


zoom-inlihat foto
ISTANA-KEiPRESIDENANAGUS-SUPARTO.jpg
ISTANA KEPRESIDENAN/AGUS SUPARTO
Dari kiri ke kanan, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, Presiden Joko widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri, Bakal Calon Presiden dari PDI-P, Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI-P Prananda Prabowo berfoto bersama seusai pengumuman bakal capres PDI-P yang dilaksanakan di Istana Batutulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muncul rumor bahwa PDI Perjuangan (PDIP) memiliki kontrak politik dengan bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.

Dalam rumor itu disebutkan bahwa jika Ganjar terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2024, jabatan menteri strategis akan ditentukan oleh PDIP.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah membantah rumor itu. Dia menegaskan bahwa PDIP tidak membuat kontrak politik dengan Ganjar.

"Saya pastikan 1.000 persen tidak ada kontrak politik jika Pak Ganjar Pranowo menjadi presiden, pos menteri strategis ditentukan oleh PDIP," ujar Said, Selasa (13/6/2023), dikutip dari Tribunnews.

Said mengklaim PDIP memang membuat kontrak politik dengan Ganjar. Akan tetapi, kontrak itu tentang kesejahteraan masyarakat.

"Satu-satunya kontrak politik beliau dengan PDIP adalah menjalankan cita-cita perjuangan partai, yakni menyejahterakan rakyat," kata dia menjelaskan.

Baca: PDIP Bantah Isu Kontrak Politik dengan Ganjar Mengenai Posisi Menteri Strategis

Baca: Pengamat Anggap Ganjar & Anies Capres Kere, Singgung Sosok Cawapres yang Punya Logistik

Said yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu menduga ada pihak yang ingin merusak citra Ganjar lewat rumor tersebut.

"Manuver-manuver seperti itu berniat jahat, merusak citra diri Pak Ganjar seolah-olah beliau hanya boneka," kata dia.

"Seolah-olah memberikan dukungan ke Ganjar Pranowo, tapi terus merusak hubungan Pak Ganjar dengan PDIP dengan membangun fitnah-fitnah."

Rumor kontrak politik itu disampaikan oleh politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando.

Ade mengaku menerima informasi bahwa posisi strategis bakal ditentukan oleh PDIP seandainya Ganjar menang pilpres.

"Saya dapat kabar, Ganjar sudah meneken kontrak dgn PDIP bahwa kalau dia jadi presiden, penentuan orang-orang yang jadi menteri dan menempati posisi strategis akan ditentukan oleh PDIP. Ini perlu segera diklarifikasi karena info ini sudah beredar cukup luas. Mudah-mudahan salah," tulis Ade di akun Twitternya, dikutip Selasa pagi.

Baca: Puan Dikabarkan Bakal Bertemu AHY, PKS Tak Khawatir Demokrat Pindah ke Koalisi PDIP

Baca: AHY Belum Dapat Kepastian Jadi Cawapres Anies Baswedan, Mungkinkah Ia akan Membelot ke PDIP?

Ade menolak memberi tahu dari mana dia mendapat rumor itu. Namun, dia mengklaim percaya kepada sumber itu.

"Enggak bisa saya sebut secara spesifik," kata Ade kepada Tribunnews.com hari Senin.

"Saya peroleh dari sejumlah sumber yang saya percaya dan memiliki hubungan dengan lingkaran elite PDIP.

Di samping itu, Ade turut mengatakan bahwa kabar kontrak PDIP dengan Ganjar itu sudah tersebar pada kalangan relawan.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ganjar Pranowo di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved