TRIBUNNEWSWIKI.COM - Media sosial digegerkan dengan video viral pejabat yang disiram oleh mahasiswa dengan air doa.
Video viral ini diposting oleh akun Instagram @ndorobei.official.
Dalam video viral mahasiswa siram pejabat dengan air doa ini ternyata dilakukan oleh aktivis PMII inisial SA.
Video viral tersebut memperlihatkan suasana ramai dipenuhi mahasiswa, masyarakat, serta tokoh pejabat, berkumpul bersama di suatu tempat.
Tak hanya itu saja, nampak juga mahasiswa berjas biru lengkap dengan kopiah hitam sedang berdiri di depan para pejabat dan masyarakkat.
Mahasiswa berjas biru tersebut menyerukan dan mengajakan masyarakat mendoakan para pejabat lewat air doa di tangannya tersebut.
Baca: Mahasiswa Nekat Siram Pejabat Pemkot Kediri Pakai Air Doa Saat Unjuk Rasa, Tuai Pro Kontra
Baca: BIODATA Muhammad Rasyid Ghifari, Mahasiswa ITB yang Meninggal saat Uji Coba Pesawat Tanpa Awak
"Mari kita doakan para pejabat dengan air ini ya, alfatihah," katanya.
Awalnya tidak ada yang aneh dengan ajakan mahasiswa itu saat mendoakan para pejabat.
Bahkan, masyarakat yang datang di acara itu pun terlihat mengikuti ajakan mahasiswa itu untuk berdoa.
Tetapi, tak berselang lama, mahasiswa tersebut kembali menyerukan mendoakan para pejabat lewat air doa.
"Saya doakan air ini ya."
"Kita melihat potret pejabat kita di sini semua kita doakan dengan air ini semoga terbuka hatinya," terangnya.
Namun, setelah itu air yang disebutnya air doa itu ia siramkan langsung ke arah para pejabat di belakangnya.
Sontak, suasana yang semula khidmat justru berubah menjadi tegang.
Para pejabat yang memakai kemeja putih itu terkejut atas aksi mahasiswa tersebut.
Bahkan, terlihat seorang polisi yang sigap bergerak untuk menghentikan aksi mahasiswa berjas biru itu.
Menyadari para pejabat dan masyarakat bereaksi kaget, mahasiswa itu langsung menegaskan bahwa air yang disiramnya itu air doa.
Namun, di tengah suasana tegang usai aksi mahasiswa siram air doa ke pejabat itu, terdengar suara tepukan.
Sementara mahasiswa itu lanjut berorasi dengan menyerukan kata-kata hidup rakyat.
Masyarakat pun tetap mengikuti seruan mahasiswa tersebut.