1. Cukup konsumsi makanan cepat saji satu kali seminggu
Lily menuturkan, makanan cepat saji aman dikonsumsi oleh semua orang dalam jangka waktu satu atau dua minggu sekali.
"Saya rasa kalau misalnya makan (makanan cepat saji) seminggu sekali atau dua minggu sekali itu masih okelah," kata Lily kepada Kompas.com, Selasa (19/10/2021).
Menurut Lily, batasan mengonsumsi makanan saji itu juga berlaku untuk para penggiat diet dengan catatan tetap memerhatikan konsumsi dan kebutuhan kalori harian.
"Bisa dilihat dari diet hariannya seperti apa, apakah dia patuh atau tidak. kalau bolongnya mungkin nanti tidak sukses juga dietnya," ujar Lily.
2. Pilih salad
Melansir Live Strong, salad merupakan salah satu makanan cepat saji yang dibuat dari campuran sayuran hijau dan sayuran bernutrisi lainnya.
Beberapa kandungan gizi dalam salad yang baik bagi tubuh adalah vitamin A, C dan K, serta folat, zat besi dan kalsium.
3. Hindari saus berbahan dasar krim
Ada banyak pilihan saus pendamping makanan cepat saji. Beberapa saus tersebut ada yang dibuat dengan tambahan minyak atau krim.
Untuk menghindari risiko makanan cepat saji, sebaiknya pilih saus dengan bahan dasar minyak, seperti vinaigrette italia atau cuka balsamic.
Hal itu dikarenakan saus dengan bahan dasar krim yang dibuat dari susu atau keju lebih banyak mengandung lemak jenuh tidak sehat dibandingkan dengan saus yang dibuat dari minyak.
4. Hindari topping daging
Bahan isi dan penutup makanan cepat saji, seperti burger dan pizza, umumnya menggunakan protein hewani, seperti daging sapi dan ayam.
Sebaiknya, ganti topping daging pada pizza menggunakan bahan makanan non hewani, seperti sayuran berupa bawang, tomat, dan bayam.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
(TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)