TRIBUNNEWSWIKI.COM – CEO Twitter Elon Musk mengatakan media sosial berlogo burung itu akan menghapus akun-akun yang sudah tidak aktif selama beberapa tahun.
Menurut Musk dalam kicauannya di Twitter hari Senin, (8/5/2023), pengguna platform itu mungkin akan mendapati jumlah pengikutnya berkurang.
“Kami menghapus akun yang tidak punya aktivitas sama sekali selama beberapa tahun, jadi kalian mungkin akan melihat jumlah pengikut berkurang,” kata Musk.
Dikutip dari Reuters, jumlah pengikut bisa berkurang lantaran ada beberapa akun tak aktif yang terpaksa dihapus.
Sementara itu, dalam twit yang berbeda, Musk mengatakan akun-akun yang tidak aktif bakal diarsipkan. Salah satu orang terkaya di dunia itu belum memberikan keterangan lebih lanjut tentang kapan proses penghapusan itu dimulai.
Belum juga diketahui apakah pengguna Twitter masih bisa mengakses akun yang telah diarsipkan.
Baca: Dulu Dibeli Rp668 T oleh Elon Musk, Kini Twitter Hanya Berharga Rp303 T
Baca: Elon Musk Minta Algoritma Twitter Diubah agar Twitnya Lebih Banyak Dilihat
Menurut kebijakan Twitter, pengguna harus masuk akun mereka minimal sekali dalam 30 hari agar akun mereka tidak dihapus permanen karena tidak aktif dalam waktu yang lama.
Adapun awal bulan ini Musk mengancam akan mengalihkan akun Twitter milik National Public Company (NPR) agar bisa digunakan perusahaan lainnya. Ancaman itu muncul setelah NPR berhenti mengunggah konten Twitter.
NPR melakukannya sebagai bentuk protes terhadap label “media yang terafiliasi dengan pemerintah”.
Bulan kemarin Twitter juga menghapus centang biru verifikasi pada ribuan akun, temasuk akun selebritis, jurnalis, dan politikus terkemuka.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Twitter di sini.