TRIBUNNEWSWIKI.COM - CEO Twitter, Elon Musk, dilaporkan meminta para insinyur perangkat lunak untuk mengatur ulang algoritma Twitter agar twitnya bisa lebih banyak dilihat. Jumlah insinyur yang dikerahkan mencapai 80 orang.
Permintaan itu keluar setelah Musk merasa tidak puas lantaran twit miliknya kalah enggagement dibandingkan dengan twit Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat pertandingan Super Bowl pada hari Minggu lalu, (12/2/2023).
Twit dari Biden dilihat oleh 29 juta pengguna Twitter, sedangkan twit serupa dari Musk hanya mendapat sekitar 9,1 juta. Padahal, jumlah pengikut Musk (128 juta) jauh lebih tinggi daripada jumlah pengikut Biden (37 juta).
Sepupu Musk sekaligus staf Twitter, James Musk, bahkan meminta para staf perusahaan Slack untuk membantu.
"Siapa pun yang bisa membuat dashboard dan menulis [kode] perangkat lunak, saya mohon bisakah kalian memecahkan masalah ini. Ini sangat darurat," kata James dikutip dari The Guardian, (16/2/2023).
Para insinyur perangkat lunak kemudian menggunakan algoritma baru yang bisa memastikan 90 persen pengikut Musk akan melihat twitnya. Pengguna yang tidak mengikuti akun Musk juga diberi saran untuk melihat twit Musk melalui tab "For you" di beranda media sosial itu.
Baca: Diduga Menunggak Biaya Sewa Kantor, Twitter Digugat
Kabar adanya perubahan algoritma ini tampaknya dikonfirmasi oleh Musk. Dia mengunggah sebuah meme yang menggambarkan pemaksaan terhadap pengikutnya untuk membaca twitnya. Dia meminta pengikutnya untuk "tetap menyimak" sembari Twitter mengubah algoritmanya.
Baca: David Sacks Difavoritkan Jadi Pengganti Elon Musk sebagai CEO Twitter
Keputusan tentang perubahan algoritma itu dikeluarkan di tengah adanya laporan bahwa Musk terobsesi dengan impresi/pengaruhnya di Twitter. Pekan lalu laporan dari Platformer menyebutkan bahwa Musk telah memecat insinyur utama di Twitter. Sebelumnya, dia pernah memberi tahu Musk bahwa twitnya makin jarang dilihat.
Sejak Twitter memunculkan tab "Untuk Anda" di default feed pada bulan Januari lalu, banyak pengguna Twitter yang mengeluh karena twit Musk makin sering muncul.
Twitter dibeli Musk pada bulan Oktober 2020 seharga Rp44 miliar atau sekitar Rp667 triliun.Musk kemudian memberikan sejumlah perubahan di Twitter. Perubahan itu antara lain pemulihan akun-akun yang diblokir, perubahan proses verifikasi, dan penghilangan akses gratis terhada API Twitter.
Twitter di bawah kepemimpinan Musk memunculkan banyak kritik. Musk sendiri sudah berjanji untuk mendur dari jabatannya sebagai CEO tahun ini dan kini mencari sosok pengganti.
Baca: Twitter Nonaktifkan Akun para Jurnalis yang Menulis tentang Elon Musk
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Twitter di sini.