"Awalnya saya tidak tahu kalau dia itu anggota, ternyata dia nyari temannya yang juga anggota yang ngekos di sini," ujar Angga.
Keluarga Angga telah melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polresta Jambi dan Propam Polda Jambi.
Baca: Mario Dandy Sengaja Sebar Video Penganiayaan David kepada Tiga Orang
Baca: Kasus Penganiayaan D Terungkap, Begini Peran Mario, Shane Lukas dan AG
Rahang retak
Akibat peristiwa pengeroyokan tersebut, Angga mengalami retak pada bagian rahang. Hal itu dibuktikan dengan hasil rontgen di Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi.
"Kata dokter ini retak. Tetapi mau ditangani dokter ahli mulut biar lebih jelas, nanti hari Jumat. Retak di rahang kiri. Bagian ini yang ditendang," kata Angga, Jumat (4/5/2023).
Ia mengaku kesulitan mengonsumsi makanan berat dan hanya memakan bubur.
"Kalau trauma pasti, kalau keluar sendiri. Apalagi kalau malam-malam. Masih terbayang, sampai sekarang takut keluar," tuturnya.
Tidak hanya itu, Angga akan mengalami sakit kepala jika berdiri dan masih terdapat bekas benjolan di bagian kepalanya.
"Sudah lebih membaik. Jalannya masih lemas. Kalau tiba-tiba berdiri, ya pusing dan langsung pejamkan mata. Masih terasa benjol-benjol sedikit. Ditekan sakit. Telinga juga karena sempat berdarah," tuturnya.
Ia berharap dirinya segara sembuh karena akan wisuda sebagai mahasiswa Sekolah Pelayaran Militer (SPM) Jambi.
"Pingin cepat selesai. Karena mau wisuda bulan 6 awal ini. Teman-temannya tanyai. Baru kemarin kami bilang kena musibah," tuturnya.
Sementara itu, Hardyanti (27), kakak kandung Angga, menyampaikan rontgen ulang yang dilakukan dokter spesialis akan dilakukan hari ini Jumat (5/5).
Kata dokter sebelumnya patah rahang dan retak. Makanya mau diperiksa lagi ke ahli mulut," katanya.
Ia mengatakan sebenarnya Angga sudah menjalani rontgen di Rumah Sakit Bhayangkara. Namun, pemeriksaan itu hanya dilakukan di bagian kepala. Karena tidak puas, pihak keluarga membawa Angga ke Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi.
"Di rumah sakit polisi cuma rontgen batok kepala. Yang Angga keluhkan itu di sini (bagian rahang). Bapak merasa tidak puas karena Angga merasa sakit di rahang, sakit kalau menganga," katanya.
"Kalau ada yang sangat fatal, takut kita. Ke depannya Angga bagaimana? Itu kan bisa terbawa seumur hidup," katanya.
Baca: Psikolog Forensik Sebut AG Pacar Mario Dandy Punya Peran dalam Kasus Penganiayaan D
Baca: Kebohongan Mario Dandy Terbongkar, Bukti CCTV & Chat Ungkap Rencana Penganiayaan
Permintaan maaf
Pihak keluarga berharap proses hukum dalam kasus pengeroyokan ini terus berlanjut.
"Berjalan sesuai hukum, agar menjadi pelajaran buat anggota yang lainnya. Jadi dikasih efek jera, jangan seenaknya dengan masyarakat kecil," katanya.
Ia pun mengatakan memang terdapat 6 polisi yang sudah mengaku telah mengeroyok Angga dan meminta maaf.