TRIBUNNEWSWIKI.COM - David Petraeus, seorang pensiunan jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat (AD AS), mengklaim Rusia membuat tiga kesalahan besar di Ukraina.
Rusia hingga kini belum berhasil menguasai Ukraina sepenuhnya kendati sudah melancarkan invasi selama lebih dari setahun.
Dalam wawancaranya dengan Radio Liberty hari Selasa, (18/4/2023), Petraeus menjelaskan tiga kesalahan besar itu.
"Mereka sepenuhnya meremehkan pasukan Ukraina dan terlalu percaya diri dengan pasukan Rusia," kata dia kepada media itu, dikutip dari Newsweek.
"Dan mereka tidak bisa memaksakan arah kampanye militer mereka dan menyiapkan pasukan untuk melakukan kampanye ini."
"Selain itu, mereka tidak memiliki sistem komunikasi modern," kata dia menambahkan. "Jadi, para jenderal terus tewas."
Baca: Pembelot Rusia Ungkap Putin Idap Paranoid & Punya Kereta Api Rahasia
"Di samping itu, mereka tidak melatih pasukan mereka, kita selalu paham bahwa mereka kekurangan NOC (non-commioned officers) yang menjadi tulang punggung pasukan kita di Barat. Ada banyak kesalahan yang mereka tunjukkan, beberapa kesalahan itu sudah diperkirakan, yang lainnya tidak diperkirakan."
Petraeus mengatakan sistem telekomunikasi Rusia berjenis "kanal tunggal" dan "tidak disandikan". Hal itu memudahkan Ukraina dan sekutunya untuk melacak komunikasi tersebut.
"Sistem telekomunikasi itu juga dalam frekuensi tinggi, artinya sangat mudah menyebar luas, setiap orang bisa mengambilnya dengan pemindai polisi, tidak seperti sistem kita yang menggunakan modulasi frekuensi," kata dia.
"Sekali lagi, fakta bahwa sistem ini tidak disandikan itu sungguh luar biasa, mengingat betapa banyaknya investasi mereka dalam memodernisasi militer mereka."
Dilaporkan ada banyak korban di pihak Rusia. Dalam dokumen rahasia AS yang bocor bulan lalu, pejabat AS memprediksi sudah ada 189.500 hingga 223.000 tentara Rusia yang menjadi korban. Dari jumlah itu terdapat 35.500 hingga 43.500 tentara yang tewas dalam pertempuran.
Pekan lalu Institute Kajian Perang (ISW) mengatakan bahwa Rusia kemungkinan besar tak akan bisa melanjutkan banyak serangannya dalam waktu bersamaan. Di sisi lain, Ukraina diperkiakan bakal melancarkan serangan balasan dalam beberapa bulan ke depan guna merebut kembali wilayah yang dikuasai pasukan Rusia.
Baca: Senjata Nuklir Rusia Ditempatkan di Wilayahnya, Belarusia: Untuk Melindungi Negara
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Rusia di sini.