TRIBUNNESWIKI.COM - Agen federal Amerika Serikat (AS) menangkap dua warga New York yang diduga mengoperasikan "kantor polisi rahasia" di kawasan pecinan, New York, (17/4/2023).
Kantor polisi itu diduga menjadi bagian dari upaya Tiongkok untuk menindak tegas para pembangkang di luar negeri.
Dua orang yang ditangkap itu bernama Lu Jianwang (61) dan Chen Jinping (59). Mereka didakwa melakukan tindakan konspirasi dan menjadi agen Tiongkok. Namun, mereka sudah dilepas dengan jaminan setelah disidang di pengadilan federal Brooklyn.
Dilansir dari Reuters, laporan tahun 2022 yang diterbitkan oleh Safeguard Defenders, kelompok advokasi asal Spanyol, menyebutkan bahwa Tiongkok mendirikan semacam "kantor dinas" di luar negeri dan salah satunya berada di New York. Kantor itu diduga bekerja sama dengan polisi Tiongkok untuk menekan para buron agar kembali ke tanah air mereka.
Sementara itu, Beijing memang mengklaim ada beberapa kantor di luar Tiongkok yang dioperasikan oleh relawan setempat, bukan polisi Tiongkok. Kantor bertujuan untuk membantu warga Tiongkok memperbarui dokumen dan memberikan bantuan lainnya.
Baca: Tiongkok Dituding Operasikan Kantor Polisi Rahasia di Belanda
Kementerian Kehakiman AS menyelidiki apa yang disebutnya sebagai "penindasan lintasnegara" oleh lawan-lawan AS, seperti Tiongkok dan Iran. Tindakan itu ditujukan untuk mengintimidasi lawan-lawan politik yang kini tinggal di AS.
"Kita tak bisa dan tak akan menolerasi persekusi yang dilakukan pemerintah Tiongkok terhadap aktivis prodemokrasi yang mencari suaka di negeri ini," kata Breon Peace, seorang jaksa federal di Brooklyn.
Para jaksa pada hari Senin mengungkapkan dakwaan terhadap 34 pejabat Tiongkok yang diduga menjalankan "troll farm" atau organisasi yang melakukan provokasi dan mengganggu para pembangkang.
Baca: Tiongkok Catat Kasus Kematian Pertama akibat Flu Burung H3N8
Jaksa mengatakan Lu dan Chen yang baru saja dilepas adalah warga negara AS. Keduanya mengoperasikan organisasi nonprofit yang bertujuan untuk menyediakan tempat berkumpul bagi warga Tiongkok yang berasal dari Provinsi Fujian.
Kantor organisasi itu terletak di sebuah bangunan di kawasan pecinan dekat Jembatan Manhattan. Namun, kantor itu sudah ditutup tahun lalu.
Jaksa Peace menyebut kantor itu digunakan untuk tempat pelayanan pemerintah, misalnya membantu warga Tiongkok memperbarui SIM mereka. Namun, Peace juga mengatakan bahwa tempat itu turut digunakan untuk tindakan yang "jahat".
Pada tahun 2022 Lu membantu mendirikan "kantor polisi" dan diminta oleh pemerintah Tiongkok untuk mencari keberadaan seorang warga Tiongkok. Warga itu tinggal di California dan dianggap sebagai aktivis prodemokrasi.
Menurut jaksa, Lu dan Chen telah mengaku kepada FBI bahwa mereka menghapus jejak komunikasi mereka dengan pejabat Tiongkok.
Baca: Tangkal Pengaruh Tiongkok di Pasifik, AS Akan Buka Kedutaan di Vanuatu
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Tiongkok di sini.