Saat kasus Covid-19 sedang tinggi dikarenakan Delta dan Omicron, Danar juga tak tinggal diam. Ia dengan rasa tanpa takut tertular virus corona, mencoba untuk mengunjungi anak-anak yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid-19. Ketika bertemu anak isoman, tentu ia berjaga jarak.
Dalam aksi menghibur anak-anak yang sedang isoman itu, Danar mengenakan kostum Spider-Man dan membawa sejumlah hadiah. Ini dilakukan agar mereka tidak bosan dan imun meningkat, sehingga bisa kembali sehat. "Rasa malu hilang karena dorongan rasa pengin membahagiakan anak," katanya.
Baca: Kapolres Sukoharjo Kaget Didatangi Superhero Bawa Segerobak Mi Ayam di Pospam Nataru Solo Baru
Selama masa pandemi itu, Danar telah mengunjungi puluhan rumah tangga yang anak mereka sedang menjalani isoman. Berkat aksinya tersebut, ia dijuluki sebagai "Super Isoman." Aksinya juga diliput oleh sejumlah media. Viral. Namanya sempat menjadi perbincangan di media sosial berkat aksi mulianya itu.
Penerima piagam penghargaan dari Presiden SBY tahun 2014 ini juga mempunyai sebuah program yang mulia. Nama programnya yaitu Jumat Berkah. "Setiap hari Jumat sore kita selalu membagikan nasi bungkus atau juga nasi berkat kepada tukang becak, kaum duafa maupun yang membutuhkan. Itu rutin setiap hari Jumat. Sudah dilakukan sejak tahun 2016," tutur dia.
Dalam melakukan semua aksi sosialnya ini, Danar menggunakan uang miliknya sendiri. Hasil dari gaji sebagai honorer atau tenaga harian lepas hingga penyuluh antinarkoba ia sisihkan untuk membeli pelbagai perlengkapkan untuk melakukan aksi mulia itu semua. Selain itu, ia juga terkadang mendapat bantuan dari para donatur yang bersimpati melihat aksinya tersebut.
Ia sendiri percaya bahwa segala hal yang ia lakukan ini akan diganti oleh Tuhan dengan sesuatu rezeki yang tak terduga. "Saya meyakini dan terbukti bahwa kalau sudah keluar untuk kepedulian pasti diganti oleh Tuhan. Digantinya dengan apa? Tiba-tiba pasti akan datang rezeki yang tidak kita nyana-nyana," ujarnya.
"Dan (rezeki) itu datangnya berlipat. Kita keluar Rp250 ribu untuk Jumat berkah, tiba-tiba minggu depan ada rezeki yang kalau dihitung duit bisa Rp2 juta atau Rp3 juta. Tapi tetap sebuah rezeki yang tidak datang sendiri ya. Tetap saya harus bekerja, tapi kan rezekinya datang dari Tuhan. Entah orang itu tahu dari internet terus mengundang saya untuk menjadi motivator atau lain hal," jelasnya.
Danar mengaku tak lelah melakukan aksi-aksi sosial ini. Sudah bertahun-tahun ia melakoni hal tersebut. Ia seperti mendapat kebahagiaan tersendiri ketika melihat aksinya itu berguna untuk seseorang.
"Semua itu, kostum dan lain-lain itu butuh modal. Jadi saya beli pelan-pelan dari menyisihkan uang. Walaupun rezeki saya kecil, tapi semoga ini teman-teman yang lain termotivasi juga. Tidak usah menunggu kaya, tidak usah menungu menjadi pejabat kalau mau berkegiatan kepedulian. Pelan-pelan kita rintis," ungkap Agus Widanarko.
"Kalau kita mau, bergerak dulu, tidak usah nunggu kaya, memiliki niat dulu aja udah cukup. Nanti akan datang sendiri. Saat ini ya dimulai biaya uang sendiri dari menyisihkan rezeki menyisihkan gaji honor yang tidak seberapa," pungkasnya.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini