TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memecat Yoav Gallant dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan, (26/3/2023).
Pemecatan ini memicu protes besar-besaran dari warga Israel. Dilaporkan ada puluhan ribu orang yang turun ke jalan untuk berunjuk rasa. Mereka turut membawa bendera Israel.
Para pengunjuk rasa juga terlihat berkumpul di luar rumah Netanyahu di Israel. Mereka berusaha menerobos barisan pengamanan.
Tiga bulan setelah kembali berkuasa, koalisi Netanyahu jatuh ke dalam krisis akibat perbedaan pendapat dalam rencana perombakan yudisial.
"Keamanan negara tidak bisa dijadikan kartu dalam permainan politik. Malam ini Netanyahu telah melewati batas," kata Yair Lapid dan Benny Gantz, pemimpin oposisi, dalam pernyataan bersama, dikutip dari Reuters.
Baca: Tentara Israel Bunuh 3 Warga Palestina yang Lepaskan Tembakan
Setelah Gallant dipecat, kantor Netanyahu tidak menyebutkan sosok penggantinya.
"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu malam ini telah memutuskan untuk mencopot Menteri Pertahanan Yoav Gallant," demikian pernyataan dari kantor Netanyahu.
Gallant buka suara setelah dicopot. "Keamanan negara Israel akan selalu menjadi kewajiban saya seumur hidup," kata Gallant melalui Twitter.
Baca: Sebut Pemerintah Israel Fasis, Politikus Inggris Kim Johnson Minta Maaf
Dia dipecat setelah pada hari Sabtu lalu memperingatkan bahwa rencana perombakan yudisial berisiko mengancam keamanan negara. Dia juga meminta rencana itu ditangguhkan.
"Saat ini, demi negara kita, saya bersedia mengambil risiko apa pun dan bertanggung jawab," kata dia dalam pidatonya yang disiarkan di televisi.
Awal bulan ini Presiden Israel Isaac Herzog juga memperingatkan bahwa negaranya akan menghadapi "bencana" jika tidak ada kesepakatan bersama atau konsensus mengenai perombakan tersebut.
Namun, Netanyahu telah berjanji untuk melanjutkan rencana perombakan yang menurutnya diperlukan untuk memulihkan keseimbangan antara pemerintah dan lembaga peradilan.
Sementara itu, dalam protes besar-besaran yang digelar warga Israel, polisi terpaksa menggunakan semprotan air untuk menjauhkan demonstran dari kediaman Netanyahu di Yerusalem.
Di Tel Aviv juga terjadi unjuk rasa. Para demonstran menyalakan api besar di jalan utama.
Baca: Tegas, AS dan Israel Bertekad Cegah Iran Dapatkan Senjata Nuklir
Belum diketahui apakah aksi unjuk rasa itu bakal berpengaruh terhadap strategi yang diambil pemerintahan Netanyahu.
Setidaknya tiga menteri dari Partai Likud yang menyebut bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali strategi pemerintah. Mereka akan mendukung penangguhan rencana perombakan meski Netanyahu memilih meneruskannya.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Israel di sini.