TRIBUNNEWSWIKI.COM - Meta Platforms, induk Facebook, mengumumkan akan mem-PHK 10.000 karyawan tahun ini, (14/3/2023).
Sebelumnya, Meta juga sudah melakukan PHK besar-besaran. Meta menjadi raksasa teknologi pertama yang mengumumkan keputusan PHK tahap kedua di tengah kelesuan ekonomi.
Saham Meta dilaporkan naik 6 persen selepas pengumuman ini. Pemangkasan karyawan menjadi bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan itu. Meta juga mematalkan rekrutmen 5.000 pegawai dan menyingkirkan proyek yang bukan prioritas utama.
Adapun dalam kebijakan PHK pada musim gugur lalu, ada lebih dari 10.000 karyawan yang harus angkat kaki. Jumlah itu setara dengan 13 persen dari seluruh jumlah karyawan saat itu.
Kekhawatiran akan adanya kelesuan ekonomi akibat naiknya suku bunga telah memicu pemangkasan karyawan pada perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir. Menurut laman Layoffs.fyi, sejumlah perusahaan teknologi telah memecat lebih dari 290.000 karyawan sejak awal tahun 2022.
Baca: Ikuti Jejak Google, Meta, & Microsoft, Paypal Akan Pecat Ribuan Karyawan
Dalam pesan yang ditujukan kepada karyawan pada hari Selasa lalu, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan PHK yang terbaru akan diumumkan dua bulan ke depan. Dalam beberapa kasus, Meta akan terus melakukan PHK hingga akhir tahun ini.
"Dalam hampir sepanjang sejarah kita, kita melihat pertumbuhan pendapatan yang cepat dari thaun ke tahun, dan memiliki sumber daya untuk berinvestasi di berbagai produk baru. Namun, tahun lalu adalah peringatan," kata Zuckerberg dikutip dari Reuters.
"Saya pikir kita harus mempersiapkan diri akan kemungkinan bahwa realitas ekonomi ini akan berlanjut hingga beberapa tahun."
Baca: Microsoft Dikabarkan Akan Mem-PHK Belasan Ribu Karyawannya
Zuckerberg juga berujar bahwa dia berencana mengurangi jumlah tim rekrutmen. Restrukturisasi di Meta akan diumumkan akhir April.
Meta juga akan menghilangkan beberapa lapisan manajeman dan meminta para manajer untuk menjadi kontributor individu.
Pemecatan karyawan pada badai PHK yang terakhir ini dilaporkan sudah terjadi bahkan sebelum Zuckerberg mengumumkan adanya PHK tahap dua.
Investor menjadi khawatir karena Zuckerberg menghabiskan banyak dana ketika pertumbuhan pendapatan dari bisnis utama Meta telah menurun di tengah inflasi yang tinggi.
Meta juga dilanda kesusahan karena Apple mengubah kebijakan privasi dan kini menghadapi pesaing besar, yakni TikTok.
Di sisi lain, pada waktu yang bersamaan, Meta menggelontorkan miliaran dolar untuk proyek metaverse dan investasi infrastruktur untuk mendukung penggunaan teknologi kecerdasan buatan miliknya.
Baca: Badai PHK, Meta Induk Facebook Akan Pangkas 11.000 Karyawan
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Meta di sini.