TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para aktivis di berbagai belahan dunia menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari Rabu, (8/3/2023).
Mereka menyoroti kondisi kaum hawa di Afganistan yang tidak diperbolehkan bersekolah dan aksi protes yang berlangsung di Iran dalam beberapa bulan terakhir.
Mengutip warta Reuters, aksi unjuk rasa itu dilaporkan terjadi di banyak kota, di antaranya Jakarta, Singapura, Istanbul, Berlin, Caracas, dan Montevideo. Dalam aksi itu para aktivis mengenakan pakaian ungu.
Di Amerika Serikat (AS), hak-hak reproduksi dan pembatasan aborsi menjadi topik utama. Para perempuan juga meminta pengusutan kasus pembunuhan terhadap wanita dan anak perempuan yang belum terpecahkan.
Sementara itu, di Riode de Janeiro, Brasil, para perempuan meminta adanya legalisasi dan penindakan dalam kasus pembunuhan perempuan.
Di Manila, Filipina, para aktivis meminta adanya kesetaraan hak dan upah. Di Istanbul, Turki, polisi menembakkan semprotan merica untuk membubatkan para pengunjuk rasa.
Baca: PBB Sebut Butuh Waktu 300 Tahun untuk Capai Kesetaraan Gender
Adapun di Paris, Prancis, pengunjuk rasa turun ke jalan untuk meminta uang pensiun yang lebih baik bagi para perempuan yang bekerja paruh waktu.
Jalanan di kota-kota di Spanyol juga dibanjiri dengan pengunjuk rasa yang meminta kesetaraan hak dan penyingkiran budaya machismo.
Banyak pengunjuk rasa yang mengungkapkan solidaritas kepada para perempuan di Iran dan Afganistan.
"Afganistan di bawah Taliban tetap menjadi negara paling menindas hal perempuan di dunia ini," kata Roza Otunbayeva, utusan PBB untuk misi bantuan di Afganistan, dalam pernyataannya.
Baca: Mengenal International Womens Day atau Hari Perempuan Internasional Diperingati Setiap 8 Maret
Di London, Inggris, para pengunjuk rasa menyambangi kantor kedutaan Iran. Mereka mengenakan kostum yang terinspirasi dari serial televisi The Handmaid's Tale. Sementara itu, di Valencia, Spanyol, para perempuan memotong rambut untuk menunjukkan dukungan mereka kepada perempuan Iran.
Dalam beberapa bulan terakhir, Iran dilanda protes besar-besaran menyusul kematian Mahsa Amini (23). Amini meninggal setelah ditahan oleh polisi moral Iran karena dianggap tidak berpakaian sesuai dengan aturan.
Iran dalam beberapa hari terakhir juga digegerkan oleh kasus keracunan yang menimpa para siswa perempuan di puluhan sekolah. Iran sudah menangkan beberapa orang yang diduga terkait dengan kasus itu.
Pada hari Perempuan Internasional tahun ini, AS menjatuhkan sanksi kepada dua pejabat Iran yang mengurusi penjara. Keduanya dituding bertanggung jawab atas pelanggaran HAM berat terhadap wanita dan anak perempuan.
Baca: Sejarah Hari Perempuan Internasional, Diperingati Setiap 8 Maret, Berawal dari Penindasan
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang hari Perempuan Internasional di sini.