WNI Meninggal Akibat Gempa Turki Bertambah, Total Kini 4 Orang

Retno mengatakan, seluruh jasad WNI tersebut tengah diurus oleh KBRI di Ankara. Pemerintah Indonesia sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga.


zoom-inlihat foto
Ilyas-AKENGINAFP77.jpg
Ilyas AKENGIN/AFP
Tim penyelamat melakukan operasi pencarian di antara puing-puing bangunan yang runtuh di Adiyaman, Turki pada 9 Februari 2023, tiga hari setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda Turki tenggara. Korban tewas akibat gempa besar di Turki dan Suriah terus meningkat pada 9 Februari 2023, melampaui 21.000 saat bantuan pertama PBB mencapai zona yang dikuasai pemberontak Suriah, tetapi harapan untuk menemukan lebih banyak korban yang selamat memudar.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan, jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia akibat gempa di Turkiye bertambah dua orang.

Dengan demikian, total ada empat WNI yang meninggal akibat bencana pada 6 Februari.

"(WNI meninggal) Empat. Jadi ibu-anak (yang sebelumnya dua orang). Lalu yang baru-baru ini yang beberapa hari lalu ditemukan ada dua orang. Jadi sekarang total WNI yang meninggal dunia akibat gempa ada empat," jelas Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/2/2023), dikutip dari Kompas.com.

Retno mengatakan, seluruh jasad WNI tersebut tengah diurus oleh KBRI di Ankara.

Pemerintah Indonesia sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga.

"(Pemerintah) Menyampaikan dukacita, menyampaikan kondisinya seperti apa. Terus kemudian wish-nya keluarga akan seperti apa itu akan kita tangani," katanya.

Seorang pria membawa alat musik keluar dari tokonya yang rusak di Antakya pada 18 Februari 2023. Gempa berkekuatan 7,8 melanda dekat Gaziantep, Turki, pada dini hari tanggal 6 Februari, diikuti oleh gempa berkekuatan 7,5 setelah tengah hari. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas di Turki selatan dan Suriah utara dan telah menewaskan lebih dari 44.000 orang.
Seorang pria membawa alat musik keluar dari tokonya yang rusak di Antakya pada 18 Februari 2023. Gempa berkekuatan 7,8 melanda dekat Gaziantep, Turki, pada dini hari tanggal 6 Februari, diikuti oleh gempa berkekuatan 7,5 setelah tengah hari. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas di Turki selatan dan Suriah utara dan telah menewaskan lebih dari 44.000 orang. (Sameer Al-DOUMY / AFP)

Sementara itu,  pemerintah Indonesia akan mengirimkan bantuan untuk korban gempa Turkiye dan Suriah pada Selasa (21/2/2023).

"Rencananya besok akan ada keberangkatan bantuan lagi baik ke Turkiye dan Suriah. Mengenai detailnya harus kita cek karena yang terakhir jenisnya apa dan sebagainya itu harus kita cek," ungkapnya.

"Tapi intinya bahwa besok akan ada keberangkatan bantuan lagi baik ke Turkiye maupun Suriah," tambahnya.

Baca: 46 Ribu Jiwa Melayang dalam Bencana Gempa Turki-Suriah

Diberitakan, gempa yang mengguncang Turkiye pada 6 Februari 2023 lalu memakan banyak korban.

Berdasarkan data terbaru Selasa (14/2/2023), jumlah korban meninggal yang ditemukan mencapai 40.000 orang.

Dikutip dari Al Jazeera, jumlah korban gempa ini berasal dari Turkiye atau Suriah.

Jumlah tersebut terdiri dari 35.418 korban tewas dari Turkiye dan 5.800 orang lebih tewas dari Suriah.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengatakan, gempa ini adalah bencana alam terburuk dalam satu abad terakhir di wilayah Eropa.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved