TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tiongkok menyerang balik Amerika Serikat (AS) dengan menuding bahwa negara Adikuasa itu telah menerbangkan banyak balon di wilayahnya tanpa izin.
Menurut Tiongkok, tahun lalu AS sudah menerbangkan lebih dari 10 balon di langit Tiongkok.
Tudingan itu dikeluarkan pada hari Senin, (13/2/2023), atau beberapa hari setelah AS menembak jatuh balon milik Tiongkok di wilayahnya. AS mengklaim balon itu digunakan untuk kepentingan spionase.
Tiongkok membantah klaim itu dan menegaskan bahwa balon tersebut adalah balon untuk penelitian cuaca yang menyimpang dari jalurnya. Insiden balon membuat hubungan kedua negara itu memanas.
"Balon AS yang memasuki zona udara negara lain adalah hal biasa," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, dikutip dari Al Jazeera.
"Sejak tahun lalu, balon AS yang terbang tinggi telah memasuki zona udara Tiongkok secara ilegal lebih dari 10 kali tanpa izin pihak berwajib di Tiongkok," kata Wang.
Baca: Setelah Insiden Balon Tiongkok, AS Tembak Objek Tak Dikenal di Langit Kanada
Dia tidak memberikan rincian tentang bagaimana pemerntah Tiongkok menangani balon-balon itu. Menurut Wang, AS harus "sadar diri", dan bukannya memicu konfrontasi.
Sementara itu, Gedung Putih membantah tudingan Tiongkok.
"Tidak benar. Tidak melakukan hal itu. Sepenuhnya tidak benar," kata juru bicara bidang keamanan nasional, John Kirby, ketika diwawancarai oleh MSNBC.
"Kita tidak menerbangkan balon di [langit] Tiongkok."
Baca: Tiongkok Akui Balon yang Terbang di Amerika Selatan Adalah Miliknya
Insiden balon Tiongkok di langit AS sempat membuat Menteri Luar Negeri AS batal melawat ke Tiongkok. AS juga menjatuhkan sanksi kepada enam perusahaan Tiongkok yang dinilai punya kaitan dengan program dirgantara Tiongkok.
DPR AS mencela Tiongkok karena "melanggar kedaulatan AS". Menurut badan legislatif itu, Tiongkok telah "menipu masyarakat internasional dengan klaim palsu tentang kampanye intelijennya".
Ditembak jatuh
AS sendiri sudah menembak jatuh balon Tiongkok pada hari Sabtu, (4/2/2023), dengan jet tempur F-22.
Presiden AS Joe Biden sempat dikritik karena tidak segera menembak jatuh balon itu. Biden juga dituding lemah terhadap Tiongkok.
Baca: Selama Menjabat, Trump Disebut Tak Pernah Diberi Tahu Adanya Balon Tiongkok
Pemimpin Komando Pertahanan Udara Amerika Utara, Jenderal Glen VanHerck, mengatakan sisa-sisa balon itu dicari oleh Angkatan Laut AS. Jika berhasil menemukan sisa-sisa balon itu, AS disebut bisa mengkaji kemampuan spionase Tiongkok.
Ketua Komisi Intelijen di DPR, Mike Turner, meyakini Tiongkok menggunakan balon itu untuk mencari tahu cara melawan senjata nuklir dan sistem pertahanan rudal milik AS.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Tiongkok di sini.