Info Terkini Gempa Turki-Suriah: Korban Tewas Tembus 33.000 Jiwa

Hingga kini tim SAR masih mencari dan mengevakuasi korban gempa di Turki dan Suriah.


zoom-inlihat foto
Tim-SAR-mencari-korban-gempa.jpg
ADEM ALTAN / AFP
Tim SAR mencari korban gempa di antara reruntuhan bangunan di Kahramanmaras, Turki, (6/2/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jumlah korban tewas akibat gempa di Suriah dan Turki kini menembus angka 33.000 jiwa.

Melansir pemberitaan Al Jazeera, per Minggu, (12/2/2023), jumlah korban tewas di Turki mencapai 29.605. Adapun jumlah korban tewas di Suriah mencapai lebih dari 4.500.

Hingga kini tim SAR masih mencari dan mengevakuasi korban gempa.

Sementara itu, para politisi oposisi menuding pemerintah lambat dalam memberikan bantuan. Mereka juga mempertanyakan alasan tentara Turki tidak segera didatangkan. Padahal, tentara sempat berperan penting dalam penanganan setelah gempa tahun 1999 silam.

Presiden Turki Erdogan mengakui adanya masalah dalam mendistribusikan bantuan. Namun, dia mengklaim situasi sudah bisa dikendalikan.

Baca: Banyak Korban Tewas di Turki, Pakar Soroti Bangunan yang Tak Penuhi Standar

Bangunan yang tidak memenuhi standar

Banyaknya bangunan yang tidak memenuhi standar dianggap menjadi biang kerok banyaknya korban tewas akibat gempa

Menurut pakar, Turki selama bertahun-tahun tidak memaksakan agar bangunan sesuai dengan standar. Selain itu, Turki disebut mengizinkan banyaknya pembangunan di area yang rawan terdampak gempa.

Para pakar geologi dan teknik sebenarnya sudah lama memperingatkan hal itu.

"Ini adalah bencana yang disebabkan oleh konstruksi yang buruk, bukan disebabkan oleh gempa bumi," kata David Alexander, pakar perencanaan darurat di University College London, dikutip dari Associated Press, (12/2/2023).

Baca: Para Pemilik Restoran Turki Berbondong-bondong Memberi Makan Korban Gempa

Sementara itu, Eyup Muchu selaku Presiden Dewan Arsitek di Turki mengatakan ada banyak bangunan di area rawan gempa yang dibuat dengan material dan metode yang buruk. Bangunan itu sering kali tidak sesuai dengan standar pemerintah.

Kata dia, aparteman baru yang didirikan beberapa tahun belakangan juga tidak memenuhi standar. Padahal, standar pembangunan sudah ditetapkan hampir dekade sebelumnya.

"Bangunan di area ini lemah dan tidak kokoh, terlepas dari kenyataan adanya gempa," kata Muhcu.

Pakar mengklaim masalah itu diabaikan lantaran penangananya akan membutuhkan biaya besar, kurang disukari, dan menghambat pertumbuhan ekonomi negara itu.

Gempa yang terjadi pada hari Senin, (6/2/2023), pukul 04.17 itu bermagnitudo besar, yakni 7,8. Diperkirakan setidaknya ada 12.000 bangunan yang hancur.

Baca: Bayi Baru Lahir dan Ibunya Selamat Setelah Empat Hari Terjebak Direruntuhan Gempa Turki-Suriah:

Selain karena gempa terjadi pada subuh hari, menurut para pakar banyaknya korban tewas juga disebabkan oleh lemahnya penegakan standar pendirian bangunan tahan gempa.

Menterian Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengatakan akan memeriksa bangunan yang runtuh. "Mereka yang mengabaikan, bersalah dan bertanggung jawab atas kehancuran karena gempa akan dibawa ke pengadilan," kata Bozdag hari Kamis, (9/2/2023).

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Turki di sini.

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved