TRIBUNNEWSWIWIKI.COM - Ribuan pekerja tambang ikut membantu pencarian dan penyelamatan para korban gempa di Turki.
Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam Turki, para pekerja tambang itu berasal dari sejumlah perusahaan pertambangan, di antaranya Turkish Hard Coal Enterprises (TTK), Turkish Coal Enterprises (TKI), dan perusahaan tambang swasta lainnya.
"Total ada 2.103 pekerja tambang dari TTK, TKI, dan perusahaan tambang swasta yang dikirim ke wilayah itu dengan koordinasi dari AFD (Disaster and Emergency Management Presidency) untuk berpartisipasi dalam upaya pencarian dan penyelamatan, dan mereka sudah mulai melakukan pencarian dan penyelamatan," demikian pernyataan kementerian itu dikutip dari Anadolu Agency, (8/2/2023).
"500 penambang lainnya dari TTK akan memulai perjalanan mereka untuk ikut serta dalam upaya [pencarian] di Kahramanmaras pada hari itu."
Gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang Distrik Pazarcik di Provinsi Kahramanmaras. Sembilan jam kemudian gempa bermagnitudo 7,6 terjadi Distrik Elbistan yang juga masuk dalam wilayah Kahramanmaras.
Baca: PBB Umumkan Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp378 M untuk Turki & Suriah
Gempat tersebut juga dirasakan di provinsi lain, termasuk Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye, dan Sanliurfa. Negara tetangga Turki, yakni Suriah dan Lebanan, turut terdampak gempa.
Gempa pada hari Senin itu diyakini sebagai gempa terbesar yang mengguncang Turki sejak tahun 1939. Pada tahun tersebut muncul gempa dengan magnitudo yang sama. Namun, jumlah korban tewas mencapai 30.000 orang.
Dalam 25 tahun terakhir, sudah ada tujuh gempa bermagnitudo 7,0 atau lebih yang mengguncang Turki. Namun, kerusakan yang ditimbulkan tidak separah gempa pada hari Senin.
Baca: Korban Tewas dalam Bencana Gempa Turki-Suriah Meningkat Hampir 8.000 Jiwa
17 negara Uni Eropa kirim tim SAR
Tujuh belas negara anggota Uni Eropa mengirimkan tim SAR ke Turki untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban gempa.
"Kecepatan itu sangat penting, begitu juga koordinasi internasional," kata Janez Lenarcic selaku komisioner Uni Eropa dalam bidang manajemen krisis.
"Melalui Mekanisme Perlindungan Warga Sipil Uni Eropa kami, 17 negara Eropa mengirimkan tim penyelamat."
Lenarcic mengatakan tim pertama yang berasal dari Romania, Bulgaria, dan Hongaria sudah tiba di wilayah terdampak gempa pada Selasa pagi.
"Di Suriah, kami bekerja sama dengan rekan kemanusiaan kami yang sekarnag juga melakukan operasi penyelamatan," kata dia menambahkan.
Sebelumnya, diumumkan bahwa ada 13 negara yang mengirimkan tim penyelamat, yakni Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Prancis, Yunani, Belanda, Polandia, Romania, Hongaria, Italia, Spanyol, Malta, dan Slovakia.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Turki di sini.