TRIBUNNEWSWIWIKI.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan dana bantuan kemanusiaan senilai $25 juta atau sekitar Rp 378 miliar untuk Turki dan Suriah yang diguncang gempa pada hari Senin, (6/2/2023).
Menurut juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dana itu dialokasikan untuk penyediakan bantuan darurat di daerah terdampak.
"Tim asesmen dan koordinasi bencana PBB kini di Adana dan bergerak ke Gaziantep besok untuk membantu tim SAR Turki," kata Dujarric dikutip dari Anadolu Agency, (8/2/2023).
"Mereka yang terdampak bencana itu termasuk ribuan pengungsi dari Suriah dan masyarakat yang dengan murah hati telah menampung mereka selama hampir 12 tahun."
Menurut Dujarric, terdapat 1,7 juta pengungsi Suriah di antara 15 juta warga yang tinggal di 10 provinsi di Turki yang terdampak oleh gempa.
"Kita akan melakukan apa pun yang diinginkan oleh pemerintah Turki dan berusaha membantu sebisa mungkin."
Baca: Korban Tewas dalam Bencana Gempa Turki-Suriah Meningkat Hampir 8.000 Jiwa
Dia juga berujar bahwa jalan dari Turki ke Suriah barat laut telah rusak. Hal itu menganggu aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa yang dikuasai oleh pihak pemberontak.
Gempa pada hari Senin itu diyakini sebagai gempa terbesar yang mengguncang Turki sejak tahun 1939. Pada tahun tersebut muncul gempa dengan magnitudo yang sama. Namun, jumlah korban tewas mencapai 30.000 orang.
Dalam 25 tahun terakhir, sudah ada tujuh gempa bermagnitudo 7,0 atau lebih yang mengguncang Turki. Namun, kerusakan yang ditimbulkan tidak separah gempa pada hari Senin.
Baca: Para Korban Gempa Turki-Suriah yang Terkubur di Puing-puing Bangunan Minta Bantuan Lewat Medsos
Uni Eropa kirim tim SAR
Tujuh belas negara anggota Uni Eropa mengirimkan tim SAR ke Turki untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban gempa.
"Kecepatan itu sangat penting, begitu juga koordinasi internasional," kata Janez Lenarcic selaku komisioner Uni Eropa dalam bidang manajemen krisis.
"Melalui Mekanisme Perlindungan Warga Sipil Uni Eropa kami, 17 negara Eropa mengirimkan tim penyelamat."
Lenarcic mengatakan tim pertama yang berasal dari Romania, Bulgaria, dan Hongaria sudah tiba di wilayah terdampak gempa pada Selasa pagi.
"Di Suriah, kami bekerja sama dengan rekan kemanusiaan kami yang sekarnag juga melakukan operasi penyelamatan," kata dia menambahkan.
Sebelumnya, diumumkan bahwa ada 13 negara yang mengirimkan tim penyelamat, yakni Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Prancis, Yunani, Belanda, Polandia, Romania, Hongaria, Italia, Spanyol, Malta, dan Slovakia.
Baca: Presiden Erdogan Umumkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan di Daerah Gempa
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Turki di sini.