Militer AS Cari Sisa-Sisa 'Balon Mata-Mata' Tiongkok yang Ditembak Jatuh

Balon ini ditembak jatuh oleh jet tempur AS di lepas pantai Carolina Selatan pada hari Sabtu.


zoom-inlihat foto
balon-milik-Tiongkok-y.jpg
HALEY WALSH / AFP
Foto yang diambil di Pantai Myrtle, Carolina Selatan, Amerika Serikat, memperlihatkan balon milik Tiongkok yang ditembak jatuh oleh jet tempur, (4/2/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Militer Amerika Serikat (AS) kini mencari sisa-sisa "balon mata-mata" milik Tiongkok, (6/2/2023).

Sebelumnya, balon itu ditembak jatuh oleh jet tempur AS di lepas pantai Carolina Selatan pada hari Sabtu.

Pemimpin Komando Pertahanan Udara Amerika Utara, Jenderal Glen VanHerck, mengatakan sisa-sisa balon itu dicari oleh Angkatan Laut AS dengan dikawal oleh Pasukan Penjaga Pantai atau Coast Guard.

Jika berhasil menemukan sisa-sisa balon itu, AS disebut bisa mengkaji kemampuan spionase Tiongkok. Di sisi lain, Tiongkok mencela respons yang diambil AS karena dianggap berlebihan. Tiongkok menegaskan bahwa balon itu bukan balon mata-mata.

Anggota parlemen dari Partai Republik mengkritik Presiden AS Joe Biden karena tidak segera menembak jatuh balon itu. Biden juga dituding lemah terhadap Tiongkok.

"Saya pikir sebagian dari itu adalah keengganan presiden untuk mengambil tindakan yang bisa dipandang sebagai [aksi] provokatif atau konfrontasi terhadap komunis Tiongkok," kata Tom Cotton, senator dari Partai Republik, dikutip dari Channel News Asia.

Baca: Kasus Balon Mata-Mata Tiongkok di AS, TikTok Ikut Terdampak

Mantan Presiden AS Donald Trump turut buka suara untuk mengkritik Biden. Trump dan mantan direktur intelijen nasional, John Ratcliffe, membantah pernyataan Menteri Pertahanan Llyod Austin bahwa balon serupa pernah terbang di langit AS pada masa pemerintahan Trump.

Baca: Muncul Balon Mata-Mata Tiongkok di AS, Menlu AS Batal Kunjungi Beijing

Namun, Michael Waltz selaku anggota DPR dari Partai Republik mendukung pernyataan Austin. Dia berkata bahwa Pentagon telah memberi tahu parlemen tentang adanya balon Tiongkok yang terbang di dekat AS ketika Trump masih berkuasa.

Waltz menyebut balon itu pernah terlihat di dekat Texas dan dua kali terlihat di dekat Florida.

Sementara itu, Partai Demokrat mengungkapkan alasan Biden tidak segera menembak balon itu. Menurut partai itu, balon tersebut ditunggu dulu hingga melewati wilayah AS sebelum ditembak. Hal ini demi melindungi warga dari puing-puing balon yang jatuh ke tanah.

Pemimpin senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, mencela kritik dari Partai Republik sebagai kritik yang "terlalu dini dan polisi".

Dia mengatakan Pentagon pada pertengahan bulan ini akan memberi tahu para senator mengenai balon itu dan aksi spionase Tiongkok.

Baca: Jenderal AS Peringatkan Kemungkinan Perang dengan Tiongkok Tahun 2025

Ketua Komisi Intelijen di DPR, Mike Turner, meyakini Tiongkok menggunakan balon itu untuk mencari tahu cara melawan senjata nuklir dan sistem pertahanan rudal milik AS.

Sementara itu, Marco Rubio selaku Komite Intelijen di Senat mengatakan balon itu menunjukkan bahwa Tiongkok berusaha mengirim pesan bahwa Tiongkok bisa memasuki zona udara AS. Dia meragukan bahwa puing-puing balon itu akan bernilai dari sisi intelijen.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Amerika Serikat di sini.

 

 

 

 





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved