Boris Johnson Sebut Perang di Ukraina sebagai 'Latihan bagi Xi Jinping'

Boris Johnson mengklaim Xi dengan teliti mengamati perang di negara bekas Uni Soviet itu.


zoom-inlihat foto
Perdana-Menteri-PM-Inggris-Boris-Johnson-membuat.jpg
DANIEL LEAL / AFP
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson membuat pengumuman di kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, (7/7/2022). Johnson mundur dari posisinya sebagai pemimpin Partai Konservatif.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut perang di Ukraina saat ini sebagai "latihan" bagi Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Johnson mengklaim Xi dengan teliti mengamati perang di negara bekas Uni Soviet itu.

"Jangan lupa pesannya bahwa keberhasilan Putin akan dikirim ke Tiongkok. Ini adalah latihan bagi Xi," kata Johnson kepada Atlantic Council, sebuah lembaga studi asal Amerika Serikat (AS), dikutip dari Sky News, (2/2/2023).

"Ada alasan yang sangat baik mengapa Beijing memutuskan mengizinkan operasi mengerikan ini, atau menyetujuinya: mereka ingin melihat bagaiman operasi itu berlangsung karena Tiongkok punya tujuannya sendiri."

"Apakah kita ingin ini terjadi? Tentu saja, dan dengan tegas, tidak. Inilah alasan kita harus melawan Putin sekarang.

Melansir pemberitaan The Telegraph, Johnson seolah menyamakan invasi Rusia ke Ukraina dengan invasi Tiongkok ke Taiwan yang kelak mungkin saja terjadi.

Baca: Mantan PM Inggris Johnson Mengaku Diancam Dibunuh Putin dengan Rudal

Taiwan hingga kini belum dikuasai langsung oleh Tiongkok. Namun, Xi menyebut penyatuan Taiwan dengan Tiongkok adalah "kepentingan utama" Tiongkok.

Negara pulau itu takut Tiongkok bakal menyerbu. Jet tempur Tiongkok juga sering terbang ke zona udara Taiwan.

"Jadi, tidak ada alasan untuk menunda bantuan apa pun," kata Johnson.

Baca: Pakar: Invasi Tiongkok ke Taiwan Akan Gagal jika AS Bantu Taiwan

Johnson buka suara ketika ditanya mengenai apa yang kini dibutuhkan Ukraina. Dia mengaku telah diberi tahu oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bahwa Ukraina membutuhkan sistem rudal dengan jangkauan yang lebih jauh.

"Kemudian, mereka membutuhkan lapis baja dan saya diberi tahu bahwa mereka butuh pesawat," kata politikus Partai Konservatif itu dikutip dari The Telegraph.

Namun, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak memilih tidak mengirimkan jet tempur Inggris ke Ukraina.

Johnson kemudian berkomentar, "Saya dengar alasan mereka (Ukraina) keberatan memiliki pesawat buatan Barat yang canggih adalah karena mereka tidak tahu cara menggunakannya."

Senada dengan Inggris, pemerintahan AS di bawah Joe Biden pun sudah mengatakan tidak akan mengirimkan jet tempur F-16 ke Ukraina.

Baca: Tiongkok Disebut Sedang Siapkan Dalih untuk Latihan Serangan ke Taiwan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Ukraina di sini.





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved