80 Persen Penduduk Tiongkok Disebut Sudah Pernah Terkena Covid-19

Delapan dari sepuluah penduduk di Tiongkok diperkirakan sudah pernah terkena Covid-19.


zoom-inlihat foto
Dua-warga-Tiongkok-terlihat-Covid.jpg
HECTOR RETAMAL / AFP
Dua warga Tiongkok terlihat mengenakan masker ketika berada di sebuah jalan di Distrik Jing'an, Shanghai, (9/1/2023).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang ilmuwan Tiongkok bernama Wu Zunyo memperkirakan 8 dari 10 penduduk di negaranya sudah pernah terkena Covid-19.

"Gelombang epidemi ini sudah menginfeksi sekitar 80 persen penduduk," kata Wu yang menjadi kepala ahli epimiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok pada malam tahun baru Imlek, dikutip dari CNN International.

Klaim itu dikeluarkannya di tengah kekhawatiran bahwa perpindahan penduduk saat Imlek bakal menyebarkan Covid-19 ke area pedesaan. Namun, Wu mengatakan hal itu kemungkinan tidak akan terjadi lantaran orang-orang di negaranya sudah terinfeksi.

"Dua hingga tiga bulan mendatang, kemungkinan lonjakan Covid-19 secara besar-besaran atau gelombang kedua infeksi di seluruh negeri sangat kecil," kata dia.

Kementerian Perhubungan Tiongkok memperkirakan ada lebih dari miliar orang yang melakukan perjalanan pada musim libur tahun baru Imlek. Ini adalah pertama kalinya mereka "mudik" ke kampung halaman tanpa pembatasan perjalanan yang diberlakukan sejak 3 tahun lalu.

Baca: Tiongkok Akui dalam 5 Pekan Ada 60.000 Orang Meninggal karena Covid-19

TV pemerintah melaporkan pada hari Minggu, (22/1/2023), terdapat lebih dari 26 juta perjalanan yang dilakukan pada malam tahun baru Imlek. Namun, angka ini hanya setengah dari jumlah perjalanan pada tahun 2019 atau sebelum pandemi.

Data infeksi diragukan

Sebelumnya, hasil penelitian di Sekolah Pembangunan Nasional, Universitas Peking, menunjukkan ada labih dari 900 juta orang, atau 64 persen warga Tiongkok, yang kemungkinan besar sudah pernah terkena Covid-19 per 11 Januari 2023.

Penelitian itu juga memperlihatkan bahwa di hampir seluruh wilayah Tiongkok, puncak pandemi terjadi pada tanggal 20 Desember 2022 atau 13 hari setelah negara itu mulai melonggarkan kebijakan pembatasan.

Baca: Jumlah Penduduk Tiongkok Dilaporkan Berkurang, Apa Dampaknya?

Otoritas kesehatan di Tiongkok juga sudah membuat klaim serupa pada hari Kamis. Dalam klaim itu disebutkan bahwa angka rawat inap di Tiongkok telah menurun sejak puncaknya pada akhir Januari 2023.

Selain itu, disebutkan pula bahwa jumlah pasien Covid-19 yang memerlukan perawatan kritis di rumah sakit melewati puncaknya.

Menurut data pemerintah, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di rumah sakit antara tanggal 8 Desember dan 12 Januari mencapai hampir 60.000 orang.

Kendati demikian, Mike Ryan selaku direktur eksekutif bidang kedaruratan kesehatan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal bulan ini meragukan data resmi tentang angka rawat inap di ICU dan angka kematian di Tiongkok.

Adapun menurut perkiraan pejabat kesehatan di Tiongkok, ada hampir 250 juta orang di Tiongkok yang terkena Covid-19 pada periode 20 hari pertama bulan Desember 2022.

Baca: Tiongkok: Puncak Kasus Covid-19 Sudah Terlewati di Beberapa Wilayah

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Tiongkok di sini.

 

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved