Alasan Kenaikan Biaya Haji 2023 Jadi Rp 69 Juta per Jemaah

Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang akan dibebankan kepada jemaah mencapai Rp 69.193.733 atau 70 persen.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-ibadah-haji-H-ratusan-juta-per-orang.jpg
Istimewa
Ilustrasi ibadah haji


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan adanya kenaikan biaya jemaah haji tahun 2023 dengan asumsi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga Rp 98.893.909.

Nilainya naik kurang lebih Rp 514.000 dibanding tahun 2022.

Rinciannya, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang akan dibebankan kepada jemaah mencapai Rp 69.193.733 atau 70 persen.

Adapun, 30 persen lainnya merupakan subsidi dari nilai manfaat pengelolaan dana haji Rp 29.700.175.

Dengan komposisi tersebut, BIPIH yang harus dibayar calon jemaah naik sekitar Rp 30 juta/jemaah dibanding tahun lalu.

Pada tahun 2022, BPIH yang dibayarkan jemaah haji sebesar Rp 39,8 juta.

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, nilai tersebut diambil demi keseimbangan dan keadilan antara beban jemaah dan keberlangsungan dana nilai manfaat BPIH ke depannya.

Jemaah Muslim berkumpul di depan Kabah di Masjidil Haram di kota suci Mekah Arab Saudi pada 1 Juli 2022
Jemaah Muslim berkumpul di depan Kabah di Masjidil Haram di kota suci Mekah Arab Saudi pada 1 Juli 2022 (AFP)

Yaqut mengatakna, pemerintah harus mencari formula untuk menjaga prinsip istitha'ah dan likuiditas penyelenggaraan ibadah haji tahun-tahun berikutnya.

"Usulan ini atas pertimbangan untuk memenuhi prinsip keadilan dan keberlangsungan dana haji. Formulasi ini juga telah melalui proses kajian," ujar Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Baca: Rincian Biaya Haji 2023, Diusulkan Naik Jadi Rp 69 Juta

Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj menjelaskan, rancangan biaya yang diusulkan Menag tampaknya untuk melakukan rasionalisasi keberlangsungan dan kesehatan keuangan.

Sebab, subsidi ke BPIH terlalu besar dan cenderung tidak sehat.

Subsidi BPIH ditopang dari dana yang berasal imbal hasil kelolaan keuangan haji.

Di sisi lain, baiknya biaya haji adalah konsekuensi yang sulit dihindari, terutama jika pembandingnya menggunakan acuan biaya sebelum pandemi di tahun 2019.

Mustolih Siradj mengatakan, uang hasil dari kelolaan dana haji dari jemaah tunggu yang mencapai Rp 160 triliun seharusnya menjadi hak dari jemaah haji tunggu (waiting list).

Saat ini, jumlah jemaah haji tunggu mencapai 5 juta orang, selaku pemilik dana/

Namun, tradisinya justru diberikan untuk mensubsidi jemaah haji yang berangkat tahun berjalan hingga 100 persen.

Mengacu pada biaya haji tahun lalu, komisi VIII DPR RI dan pemerintah sepakat BPIH sebesar Rp 81.747.844,04, dengan komponen BIPIH atau biaya yang ditanggung jemaah Rp 39.886.009.

Catatannya, jumlah subsidi dari dana manfaat BPKH terlalu besar, yakni mencapai juta sekitar Rp 60 juta per jemaah.

Kenaikan tersebut bukan tanpa alasan.

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim mengatakan, Arab Saudi menaikkan biaya Masyair (kegiatan haji di Arafah, Mina dan Muzdalifah) mendadak.

Kenaikannya pun signifikan, yaitu mencapai Rp 22,6 juta/jemaah dari sekitar Rp 6 juta, sehingga total biaya haji per jamaah naik menjadi hampir Rp 99 juta.

(TRIBUNNEWSIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved