Ikuti Jejak Meta hingga Amazon, Alphabet Induk Google Pecat 12.000 Karyawan

Jumlah karyawan yang dipecat diperkirakan mencapai 6 persen dari total karyawan.


zoom-inlihat foto
ceo-google-dan-alphabet-sundar-pichai.jpg
Twitter Sundar Pichai/sundarpichai
CEO Alphabet, Sundar Pichai


TRIBUNNESWIKI.COM - Alphabet Inc. atau induk perusahaan Google dilaporkan melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawan. Dalam memo untuk staf, disebutkan ada 12.000 karyawan yang dipangkas.

Kini Alphabet mengaku sedang menghadapi "realitas ekonomi yang berbeda". Alphabet memutuskan memperbanyak penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan memecat para pegawai yang membantu proyek eksperimental.

Jumlah karyawan yang dipecat diperkirakan mencapai 6 persen dari total karyawan.

Alphabet mengikuti jejak para raksasa teknologi, seperti Amazon, Microsoft, dan Meta Paltforms atau induk Facebook yang baru-baru ini juga merampingkan jumlah karyawan.

Saham Alphabet dilaporkan naik 4 persen pada hari Jumat, (20/1/2023). Adapun tahun lalu saham Alphabet anjlok hingga 30 persen.

Baca: Microsoft Dikabarkan Akan Mem-PHK Belasan Ribu Karyawannya

Dalam memo untuk karyawan, CEO Alphabet Sundar Pichai mengaku "bertanggung jawab" penuh atas keputusan pemecatan itu.

Menurut dia, saat ini adalah momen untuk "menajamkan fokus, mengatur kembali dasar biaya, dan mengarahkan talenta dan modal kepada prioritas tertinggi".

Baca: Twitter Digugat karena Lebih Banyak Mem-PHK Karyawan Perempuan

Alphabet kini menjadi yang terdepan dalam teknologi kecerdasan buatan. Induk Google itu bersaing dengan Microsoft.

Pendapatan utama Alphabet masih berasal dari periklanan. Namun, pendapatan itu terganggu oleh pengurangan anggaran yang bakal dibelanjakan oleh pelanggan.

"Sudah jelas bahwa Alphabet tidak kebal dari situasi ekonomi yang sulit, dengan kekhawatiran akan memburuknya resesi di AS," kata Susannah Streeter, seorang analis di Hargreaves Lansdown, perusahaan jasa keuangan.

"Pertumbuhan iklan tidak sebaik sebelumnya. Persaingan juga memanas karena Alphabet menghadapi lawan kuat di TikTok, dan Instagram juga memperebutkan pengunjung Youtube milik Alphabet yang penting," kata dia.

Mark Mahaney, seorang analis dari Evercore ISI, mengatakan jumlah karyawan Alphabet yang sudah mencapai rekor tertinggi itu memunculkan risiko besar. Sementara itu, Mark Shmulik, analis dari Bernstein, menyebut keputusan PHK bisa membuat Alphabet menghemat $2,5 hingga 3 miliar dalam pembiayaan.

Baca: Badai PHK, Meta Induk Facebook Akan Pangkas 11.000 Karyawan

Pichai mengatakan di antara para karyawan yang dipecat itu terdapat staf rekrutmen, staf perusahaan, dan karyawan yang berada di divisi teknik dan produk.

Menurut juru bicara Alphabet, divisi yang paling banyak memecat karyawan ada di Area 120 yang menjadi inkubator untuk proyek-proyek baru.

Karyawan Alphabet di AS yang dipecat telah menerima surel pemberitahuan. Mereka akan meneima pesangon dan layanan kesehatan selama 6 bulan serta bantuan imigrasi.

Adapun karyawan Alphabet di Asia yang dipecat baru akan menerima pemberitahuan pada bulan Februari.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Alphabet di sini.

 

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved