TRIBUNNEWSWIKI.COM - Baju Cheongsam identik dengan perayaan Imlek,
Tak hanya itu saja, baju cheongsam juga dikenal dengan bentuk kerahnya yang khas.
Lantas apa itu baju Cheongsam?
Berikut Tribunnewswiki rangkum informasi terkait baju Cheongsam dari berbagai sumber:
Cheongsam merupakan pakaian wanita Tionghoa yang dipakai saat Hari Imlek.
Baju cheongsam berbentuk gaun panjang dengan motif yang beragam.
Baca: Mengenal Kue Keranjang, Makanan Khas yang Selalu Muncul Saat Imlek Tiba
Baca: Perayaan Imlek Identik dengan Turunnya Hujan & Disebut Pembawa Hoki, Ini Penjelasannya
Biasanya, warna baju cheongsam adalah merah sesuai dengan tradisi Imlek.
Dikutip dari Badan Perpustakaan Nasional Singapura, cheongsam dalam bahasa Katon mempunyai arti gaun panjang.
Cheongsam atau qipao dalam bahasa Mandarin yaitu gaya berpakaian yang umumnya dipakai oleh wanita Tionghoa.
Baju cheongsam berada di puncak popularitasnya antara akhir 1920-an dan 1960-an.
Kala itu, baju cheongsam menjadi pakaian standar bagi para wanita Tionghoa yang tinggal di kota-kota perkotaan Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura.
Sejarah pakaian cheongsam ini mencerminkan kebangkitan wanita Tionghoa modern di abad ke-20.
Dikutip dari situs theculturtrip.com, keberadaan cheongsam dimulai dengan penggulingan Dinasti Qing dan berdirinya Republik Tiongkok pada tahun 1912.
Pada pertengahan 1910-an dan awal 1920-an, para intelektual Tiongkok mulai memberontak terhadap nilai-nilai tradisional.
Mereka menyerukan basis masyarakat yang demokratis dan egaliter, termasuk emansipasi dan pendidikan wanita.
Praktik mengikat kaki gadis muda untuk mencegah pertumbuhannya pun dilarang.
Baca: Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Tayangan Netflix, Kini Bisa Langganan Prabayar Lewat Alfamart
Pada tada tahun 1920-an, wanita diizinkan masuk ke sistem pendidikan, jadi guru dan murid, termasuk mengganti pakaian tradisional yang seperti jubah.
Wanita diperbolehkan mengadopsi model pakaian pria pada saat itu yang disebut changpao atau changsan.
Shanghai, sebagai kota pelabuhan yang aktif dan dinamis dengan populasi orang asing yang cukup besar, menjadi ujung tombak peralihan mode ini.
Pada awal tahun 1920-an, cheongsam memiliki potongan yang lebih longgar daripada cheongsam masa kini.
Lengannya panjang dan lebar.
Perubahan cheongsam dari setiap zaman
Namun, cheongsam semakin berkembang menyesuaikan model pakaian biasa wanita urban di kota metropolitan, seperti Beijing, Shanghai, Hong Kong, dan Taiwan.
Seiring perkembangan garmen, sutra tradisional diganti dengan tekstil kontemporer yang lebih murah.
Dari segi desain, motif bunga sulaman tradisional tetap sama, tetapi pola geometris dan art deco kini lebih populer.
Sepanjang tahun 1930-an dan 1940-an, cheongsam terus berubah, menonjolkan feminitas dan seksualitas wanita Tionghoa perkotaan.
Gaun cheongsam dibuat lebih pas dengan menyesuaikan lekuk tubuh.
Beberapa desain cheongsam bahkan lebih berani dengan menampilkan belahan samping hingga paha.
Biasanya cheongsam dipasangkan dengan sepatu hak tinggi.
Hingga akhirnya banyak wanita melakukan mix and match dengan cheongsam, mulai menambahkan ikat pinggang, membuat lengan pendek, manset lapis bulu hingga cheongsam tanpa lengan.
Namun, tak lama setelah kebangkitan pemerintahan Komunis, cheongsam yang dianggap borjuis menghilang dari kehidupan sehari-hari di daratan Tiongkok.
Di Shanghai , tempat kelahiran cheongsam, jalanan dipatroli untuk memastikan tidak ada yang mengenakan pakaian modis.
Baca: 7 Rekomendasi Drama China untuk Temani Libur Tahun Baru Imlekmu, Begin Again hingga Lucky With You
Ideologi egaliter yang dianut oleh Komunis membuat wanita mengadopsi tunik yang terdiri dari jaket dan celana yang mirip dengan pria.
Sementara itu, popularitas cheongsam terus berlanjut di Hong Kong dan menjadi pakaian sehari-hari pada tahun 1950-an.
Di bawah pengaruh mode Eropa, cheongsam biasanya dikenakan dengan sepatu hak tinggi, rompi kulit, dan sarung tangan putih seperti yang terlihat pada film The World of Suzie Wong (1961).
Pada akhir tahun 60-an, popularitas cheongsam menurun, digantikan oleh gaun, blus, dan setelan pakaian gaya Barat.
Pakaian Barat yang diproduksi secara massal ini lebih murah daripada cheongsam tradisional buatan tangan.
Hingga pada awal tahun 1970-an, cheongsam tidak lagi menjadi pakaian sehari-hari bagi kebanyakan wanita di wilayah China.
Namun, cheongsam tetap menjadi pakaian penting dalam sejarah mode wanita Tiongkok.
(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)