TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nama Pele saat ini sedang menajdi perbincangan masyarakat duia.
Hal ini lantaran berita meninggalnya legenda sepak bola asal Brasil ini sudah menyebar.
Lantas siapa Pele sebenarnya ?
Berikut Tibunnewswiki rangkum siapa sosok Pele sebenanrnya yang dilansir dari berbagai sumber:
Pele mempunyai nama asli Edson Arantes do Nascimento.
Pria asal Brazil ini lahir pada 23 Oktober 1940.
Pele lahir di Três Corações.
Baca: Legenda Sepak Bola Brasil Pele Meninggal Dunia, Berjuang Hadapi Kanker Usus Sejak 2021
Baca: Aksi Protes, Tim Sepak Bola Iran Bungkam saat Lagu Kebangsaan Berkumandang
Ia merupakan anak dari pemain sepak bola yang bermain di Fluminense, Dodinho dengan Dona Celeste Arantes.
Awalnya dia dipanggil dengan nama Dico tetapi kemudian ia dipanggil sebagai Pelé oleh teman-temannya merujuk pada kiper Vasco da Gama yang tak lain adalah idolanya, Bilé.
Pelé hidup dalam kemiskinan di Sao Paulo.
Pria Brasil ini mencari uang tambahan sebagai pelayan di kedai teh setempat.
Dia kemudian bergabung dengan klub lokal Bauru sejak 1952 namun Pelé tidak mampu membeli sepatu bola.
Selanjutnya dia bermain dengan mengikatkan koran bekas di kakinya sebagai sepatu dan buah jeruk sebagai bolanya.
Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Piala Dunia FIFA sebanyak 3 kali selama kariernya sebagai pemain.
Tahun-tahun kemenangan tersebut adalah tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko.
Meksiko. Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet. Pelé mendapatkan julukan O Rei atau Sang Raja.
Pada tahun 1956, Pelé mengikuti seleksi pemain sepak bola di klub Santos, sebuah klub kecil di luar Sao Paulo.
Pemandu bakat yang melihatnya kemudian berkata kepada Presiden klub bahwa anak 15 tahun yang bernama Pelé akan menjadi "pemain terbaik dunia" Pelé kemudian memulai debutnya di Santos pada 7 September 1957 mencetak 1 gol dalam kemenangan 7-1 melawan Corinthians dalam pertandingan eksebisi.
Ketika liga dimulai Pelé telah mendapatkan tempat utama dalam tim senior Santos. Pada akhir musim kompetisi Pelé keluar sebagai top scorer liga pada umur 16 tahun.
Hanya dalam tempo singkat, Pelé kemudian dipanggil untuk bergabung dengan skuat tim nasional Brasil.
Baca: Enggan Mengaku Kalah, Bolsonaro Setujui Transisi Kekuasaan di Brasil
Baca: Peserta Piala Dunia 2022 Qatar - Brasil
Sesudah penampilannya di Piala Dunia 1962, tim raksasa eropa seperti Real Madrid, Manchester United dan Juventus mulai mengincarnya.
Namun hal ini dicegah oleh pemerintah Brasil dengan mengatakan bahwa Pelé adalah bagian dari harta karun negara dan tidak diperbolehkan bermain sepak bola di luar Brasil.
Pelé saat menendang bola pada tahun 1960
Trofi pertama untuk Pelé bersama Santos adalah Campeonato Paulista atau juara liga di mana Pelé secara menakjubkan keluar sebagai pancetak gol terbanyak dengan 56 gol, sebuah rekor yang tetap bertahan sampai sekarang.
Setahun kemudian O Rei mempersembahkan trofi Torneio Rio-São Paulo di mana Santos mengalahkan Vasco da Gama 3-0. Sayangnya Santos tidak mampu mempertahankan trofi Campeonato Paulista. Pada 1960 Pelé berhasil membawa Santos memenangkan trofi Campeonato Paulista akan tetapi kalah dalam Torneio Rio-São Paulo.
Pelé menyelesaikan kompetisi dengan mencetak 47 gol.
Sepanjang kariernya di Santos Pelé telah mempersembahkan 10 trofi Campeonato Paulista, 4 trofi Torneio Rio-São Paulo, 5 trofi Taca Brazil, 1 trofi Recopa Int. dan trofi Torneio Roberto Gomes Pedrosa.
Santos kemudian berpartisipasi dalam Copa Libertadores, turnamen paling bergengsi di Amerika Selatan, di mana Pelé berhasil membawa Santos meraih trofi tersebut 2 kali pada tahun 1962 dan 1963 dan menjadi Top Skorer turnamen pada 1965.
Pelé juga mengantarkan Santos menjuarai Piala Interkontinental yang sekarang menjadi turnamen Piala Dunia Antarklub pada tahun 1962 mengalahkan Benfica 3-2 dan 4-2 dan 1963, mengalahkan AC Milan 2-4, 4-2 dan play-off 1-0. Pada 19 November 1969 Pelé mencetak gol ke 1.000-nya untuk Santos.
Gol itu dicetak Pelé ketika berhadapan dengan Vasco da Gama lewat tendangan penalti. Penampilan Pelé bersama Santos telah membuatnya berkeliling dunia dalam berbagai laga eksebisi. Salah satunya pada 1967 di mana Santos bersama Pelé tampil di Nigeria di tengah-tengah perang saudara.
Tampilnya Pelé membuat perang tersebut mengalami gencatan senjata selama 48 jam agar rakyat bisa menyaksikan Pelé tampil dalam laga eksebisi di Lagos, Nigeria.
Pelé kemudian pensiun sebagai pemain Santos pada tahun 1972. Selama 17 tahun kariernya bersama Santos Pelé telah mengoleksi total 1.115 penampilan dan mencetak 1.091 gol. Ini merupakan sebuah rekor klub.
New York Cosmos
Pada tahun 1974, Pelé tampil sebagai duta sepak bola untuk Amerika Serikat dalam rangka memopulerkan sepak bola bersama dengan Franz Beckenbauer dan Johan Cruyff.
Pele bergabung dengan klub New York Cosmos.
Baca: Menghitung Hadiah Uang yang Diterima Argentina Sebagai Juara Piala Dunia
Baca: Bola Piala Dunia 2022 Qatar - Al Hilm
Walaupun telah berumur 34 tahun, namun kemampuan Pelé masih memukau.
Dia bahkan mengantarkan New York Cosmos menjadi juara NASL (North American Soccer League) pada tahun ketiga nya. Total Pelé tampil dalam 107 pertandingan dan mencetak 64 gol.
Kabar terakhir
Pele, sang legenda sepak bola Brasil dikabarkan meninggal dunia di usia 82 tahun.
Pele tutup usia pada Jumat (30/12/2022) dini hari WIB di rumah sakit Albert Einstein, Sao Paulo, dilansir dari ESPN.
Kabar meninggalnya Pele juga dibenarkan oleh pihak keluarga.
"Inspirasi dan cinta menandai perjalanan Raja Pele, yang meninggal dengan damai hari ini. Cinta, cinta, dan cinta selamanya." tulisnya di Twitter.
Joe Fraga, agen Pele, juga menyampaikan hal yang sama.
"Sang raja telah meninggal," kata agen Pele tersebut.
Pele diketahui sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama satu bulan terakhir.
Baca: Jokowi Pastikan FIFA Tidak Berikan Sanki Untuk Sepakbola Indonesia, Presiden FIFA Akan Berkunjung
Baca: Legenda Sepak Bola Brasil Pele Meninggal Dunia, Berjuang Hadapi Kanker Usus Sejak 2021
Ia di rawat lantaran penyakit kanker usus yang dideritanya sejak 2021.
Pria berusia 82 tahun tersebut terpaksa merayakan Natal di rumah sakit usai penyakit kanker yang dideritanya memburuk dan membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Keterangan tersebut didapat dari laporan medis yang dirilis Rumah Sakit Albert Einstein di Sao Paulo, tempat Pele dirawat, seperti dikutip ESPN dan The Guardian.
Pele sudah berada di sana sejak 29 November 2022.
"Edson Arantes do Nascimento menunjukkan perkembangan dalam penyakit kankernya dan membutuhkan perawatan lebih lanjut terkait disfungsi ginjal dan jantung," kata pernyataan rumah sakit.
"Pasien tetap dirawat di rawat inap biasa, di bawah pengawasan yang diperlukan dari tim medis."lanjutnya.
Pele menjalani kemoterapi setelah operasi pengangkatan tumor di usus besarnya pada September 2021 lalu.
Awal bulan ini, sempat beredar kabar tubuhnya tak lagi merespons kemoterapi.
Media Brasil saat itu mengatakan Pele sudah memulai fase perawatan jelang akhir hidupnya.
Akan tetapi yang bersangkutan memberi pengumuman melalui media sosial bahwa dirinya "kuat dan menjalani perawatan seperti biasa."
(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)