TRIBUNNEWSWIKI.COM - Michael McFaul, mantan duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Rusia, mengatakan Rusia memerlukan "lebih banyak komunis sejati" untuk melawan para pemimpin kaya di negara itu.
McFaul pernah menjadi ahli kajian Rusia dan Eurasia di Dewan Keamanan Nasional AS sebelum menjadi duta besar tahun 2012—2014. Pada periode itu dia turut membantu mantan Presiden Barack Obama menyusun kebijakan tentang Rusia.
Adapun pernyataan McFaul di atas keluar setelah dia membagikan sebuah twit dari Maria Pevchick, seorang jurnalis dan aktivis asal Rusia. Dalam twit itu Pevchick menyoroti penampilan mewah Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin.
Menurut jurnalis itu, Peskov memamerkan kekayaan di tengah ketidakstabilan ekonomi di Rusia.
"Ini cerita lain yang membuat saya marah," tulis Pevchick dikutip dari Newsweek, (21/12/2022).
"Peskov dengan mikrofon mengajak bersulang, dia difoto. Sebuah jam tangan seharga 6 juta jelas terlihat pada tangannya. Wakil Menteri Pertahanan mengetahui hal ini dan dengan hati-hati menutupi pergelangan tangannya dengan manset."
"Itu menyenangkan bagi mereka! Di sebuah negara miskin, juru bicara presiden memiliki koleksi jam tangan yang harganya setara dengan biaya masuk apartemen. Dan mereka tidak melihat ada masalah apa pun di sini. Dan jika ada, satu miliarder (Wakil Menteri Pertahanan) dengan hati-hati akan menutupi pergelangan miliarder lainnya (juru bicara Putin."
Baca: Intelijen Ukraina: Putin Tiga Kali Tunda Invasi Rusia ke Ukraina
McFaul kemudian menanggapi kicauan Pevchick. Dia juga penasaran mengapa ada banyak warga Rusia yang mengambil tindakan atas kekayaan para pemimpin mereka.
Baca: Picu Kekhawatiran, Milisi Neo-Nazi Rusia Kumpulkan Data Intelijen
"Ajudan Putin, Peskov, mengenakan jam tangan seharga $6 juta!" kata McFaul melaui Twitter.
"Siapa yang memakainya? & Mengapa warga Rusia tidak makin geram atas hal ini? Terkadang saya berharap ada lebih banyak komunis sejati di Rusia, yang mendorong revolusi kelas dalam melawan rezim korup ini."
Rusia sendiri kini sedang disibukkan oleh perang di Ukraina yang dua bulan lagi genap berlangsung satu tahun. Perang itu berdampak besar terhadap ekonomi Rusia. Ada banyak negara, termasuk AS, menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina.
Sejumlah perusahaan multinasional, seperti Apple dan Amazon, serta jaringan waralaba seperti McDonald's dan Starbucks, juga memutuskan angkat kaki dari Rusia.
Sementara itu, laporan dari Wilson Center menyebutkan bahwa ekonomi Rusia bakal terus memburuk. Disebutkan juga bahwa warga Rusia mulai "curiga bahwa perang di Ukraina menggerogoti kesejahteraan mereka".
Baca: Warga Rusia yang Kabur dari Mobilisasi Diejek, Dianggap Masih Bocah
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Rusia di sini.