Pemain bek tengah ini lantas dipinang klub kasta tertinggi negaranya, Vojvodina (1988 - 1990) dan Red Star Belgrade (1990-1992).
Dari situlah penampilan Sinisa Mihajlovic terus berkembang dan memberikan banyak kejutan.
Hal ini lantaran pria kelahiran Serbia ini terus menyumbang gol-gol ketima merumput sebagai bek tengah.
Hinggal hal tersebutlah yang membuat klub raksasa AS Roma tertarik untuk meminangnya.
Namun Sinisa Mihajlovic merasakan puncak karier di Liga Italia saat dirinya bermain di Lazio dan Inter Milan di kisaran 1998-2006.
Mantan pelatih AC Milan ini sukses membantu Lazio meraih Scudetto keduanya pada 1999-2000.
Prestasi serupa juga diperoleh Sinisa Mihajlovic ketika dirinya membela Inter Milan.
Mulai dari juara Liga Italia pada 2005-2006, Copa Italia, hingga Supercoppa Italiana.
Pada 2006, Sinisa Mihajlovic memutuskan pensiun sebagai pemain sepakbola.
Miha lantas memilih berkarier sebagai pelatih.
Dia memulai karier awal sebagai pelatih menjadi asisten pelatih di Inter Milan selama dua tahun.
Pria Serbia ini menghabiskan masa tuanya dengan melatih klub-klub raksasa Italia.
Mulai dari Bologna, Fiorentina, Sampdoria, Torino, hingga AC Milan.
Baca: AC Fiorentina
Baca: Inter Milan
Sinisa Mihajlovic yang menangani AC Milan berhasil membawa I Rossoneri bercokol di peringkat 7 klasemen pada 2015-2016.
Hingga di tahun 2019 saat melatih Bologna, Sinisa Mihajlovic menerima sejumlah penghargaan individu, seperti Serbia Coach of The Years, sampai Sport Legend Award.
Sinisa Mihajlovic bahkan menyabet predikat pelatih terbaik pada April di Liga Italia 2022.
Kabar Meninggalnya Sinisa Mihajlovic
Mantan pelatih AC Milan Sinisa Mihajlovic dikabarkan meninggal dunia usai berjuang melawan leukimia atau kanker darah yang diidapnya.
Mantan pelatih tim-tim Serie A ini tutup usia di umur 53 tahun.
Kabar meninggalnya Sinisa Mihajlovic dikonfirmasi langsung melalui media sosial Serie A pada Jumat (16/12/2022) malam WIB.