TRIBUNNEWSWIKI.COM - FBI mengatakan para peretas asal Tiongkok telah mencuri dana bantuan Covid-19 dari pemerintah AS.
Dana yang dicuri setidaknya mencapai $20 juta atau sekitar Rp310 miliar.
Dilansir dari New York Post, (6/12/2022), dana itu berasal dari dana pinjaman untuk UMKM dan asuransi pengangguran di lebih dari 10 negara bagian. Menurut Dinas Rahasia AS (SS), setengah dari uang yang dicuri berhasil dikembalikan.
Kelompok peretas bernama APT41 yang bermarkas di Kota Chengdu, Tiongkok, diduga menjadi pelakunya. APT41 juga diduga memiliki afiliasi dengan pemerintah.
Dinas Rahasia AS menganggap APT41 sebagai "kelompok ancaman siber yang didukung oleh pemerintah Tiongkok. Menurut dinas itu, APT41 sangat mahir dalam melakukan misi spionase dan kejahatan keuangan demi keuntungan pribadi.
Baca: AS Dituding Meretas Universitas di Tiongkok dengan Malware Minum Teh
Lima anggota kelompok itu telah mendapat dakwaan dari jaksa federal. Namun, mereka belum diekstradisi ke AS dan hingga kini masih buron.
Menurut Dinas Rahasia AS, pihaknya kini menyelidiki lebih dari 1.000 kemungkinan kasus kejahatan pencurian, baik di dalam maupun di luar negeri.
Baca: Data Pribadinya Bocor, Erick Thohir Ajak Peretas Dalam Negeri Berjuang Bersama Pemerintah
"Sebelumnya saya belum pernah melihat mereka menargetkan uang pemerintah," kata John Hulquist, kepala bidang analisis intelijen pada perusahaan keamanan siber bernama Mandiant. "Ini akan menjadi sebuah peningkatan."
Belum diketahui dengan jelas apakah APT41 mencuri uang itu atas perintah pemerintah Tiongkok. Namun, seorang pejabat senior pada Kementerian Kehakiman mengatakan serangan itu tetap "berbahaya".
AS sebelumnya telah menuduh bahwa peretas Tiongkok berada di balik kasus pencurian data Equifax dan Anthem Health.
"Amerika Serikat adalah target nomor satu karena kami pesing nomor satu," kata Nathaniel Fick yang mengepalai Biro Siber dan Kebijakan Digital pada Kementerian Luar Negeri AS.
Menurut Fick, tindakan peretasan yang didukung oleh pemerintah Tiongkok adalah tindakan yang terencana dengan matang dan berlangsung lama.
APT41 diduga telah melakukan pencurian selama lebih dari satu dekade. Berdasarkan laporan, kelompok itu juga memiliki nama samaran Winnti, Barium, dan Wicked Panda. AS sendiri tak punya banyak cara untuk menghentikan mereka.
Baca: Peretas Situs Setkab Ditangkap Bareskrim Polri, 2 Pelaku Masih berusia Remaja
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Tiongkok di sini.