AS Dituding Meretas Universitas di Tiongkok dengan Malware 'Minum Teh'

Peretasan ini memanfaatkan malware atau program jahat yang dikenal sebagai "Minum Teh".


zoom-inlihat foto
hacker.jpg
shutterstock
Ilustrasi peretas


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para pakar keamanan siber Tiongkok menuding NSA atau Dinas Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) telah meretas sebuah universitas di Tiongkok.

Serangan siber itu disebut memanfaatkan malware atau program jahat yang dikenal sebagai "Minum Teh".

Universitas yang menjadi target serangan ialah Universitas Politeknik Barat Laut di Provinsi Shaanxi. Perguruan tinggi ini terkenal akan riset kedirgantaraan dan navigasi.

Melansir pemberitaan Newsweek, (29/9/2022), kelompok NSA yang dituduh melakukan serangan itu adalah Office of Tailored Access Operations (TAO). Kelompok ini menjadi unit yang melakukan perang siber dan pengumpulan data intelijen.

Adanya serangan itu dilaporkan oleh universitas tersebut setelah didapati bahwa surel yang dikirim kepada mahasiswa dan dosen mengandung malware. Program jahat itu digunakan untuk mencuri data pribadi mereka.

Baca: Joe Biden Tegaskan Militer AS Akan Bantu Taiwan jika Tiongkok Menyerbu

Surel itu disebut berisi program yang terlihat seperti program normal. Namun, kenyataannya program itu termasuk dalam program Trojan horse sehingga membahayakan komputer.

Penyelidikan kemudian digelar oleh Pusat Penanganan Darurat Nasional untuk Virus Komputer bersama dengan pakar keamanan siber.

Baca: Tiongkok Marah karena AS Akan Jual Senjata Senilai Rp16,3 T kepada Taiwan

Media pemerintah Tiongkok, Global Times, mengatakan hasil analisis menunjukkan bahwa malware yang digunakan itu dikenal sebagai "Minum Teh". Program ini bisa mencuri informasi seperti kata sandi serta mentransfer data dari jauh.

"Minum Teh" sudah ditemukan atau dilihat karena program ini menyamarkan diri layaknya program normal.

Pakar keamanan menyebut TAO sengaja menghapus log sistem untuk menghindari pelacakan. Tao juga mengumpulkan data dan mengirimnya ke AS.

Tiongkok sering menuding AS melakukan serangan siber. Pada bulan Februari lalu, lab keamanan Qi An Pangu mengatakan NSA telah terlibat dalam serangan siber di 45 negara selama satu dasawarsa.

Baca: Tiongkok Bersikap Adil saat Tanggapi Invasi Rusia, Putin: Terima Kasih

Ilustrasi peretas
Ilustrasi peretas (Pixabay/B_A)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, turut menanggapi dugaan serangan itu..

"Kami sangat prihatin atas tindakan siber yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab yang diungkapkan oleh laporan itu, dan mendesak AS untuk memberikan penjelasan dan segera menghentikan tindakan seperti itu," kata Hua.

"Tiongkok akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menegakkan keamanan sibernya dan kepentingannya."

Di sisi lain, pada bulan Juli 2021 AS menuding Tiongkok telah melakukan spionase siber berskala global. Namun, Tiongkok membantahnya.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Tiongkok di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved