'Virus Zombie' Berusia 48.500 Tahun Ditemukan dalam Es di Siberia

Virus itu dikenal sebagai pandoravirus dan hanya menginfeksi organisme sel tunggal.


zoom-inlihat foto
Pandoravirus.jpg
HANDOUT / IGS-CNRS / AFP
Pandoravirus ketika dilihat melalui mikroskop.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ilmuwan menemukan 13 virus baru yang terjebak di dalam bongkahan es di Siberia, Rusia.

Hal itu diketahui melalui sampel es yang dikumpulkan ilmuwan dan kemudian diteliti oleh ahli mikrobiologi bernama Jean-Marie Alempic dari Pusat Studi Ilmiah Nasional Prancis.

Salah satu virus diperkirakan berusia 48.500. Kendati demikian, virus itu tetap mempertahankan kemampuannya untuk menginfeksi. Oleh peneliti, virus-virus itu disebut sebagai "virus zombie".

Virus itu dikenal sebagai pandoravirus dan hanya menginfeksi organisme sel tunggal. Oleh karena itu, virus tersebut dianggap bukan ancaman bagi manusia.

Dalam hasil studi itu, ilmuwan mengatakan masih sedikit penelitian tentang kehidupan virus yang terperangkap di dalam permafrost atau lapisan tanah yang membeku.

Tim peneliti menyebut studi lebih lanjut diperlukan guna mengatahui bahaya yang mungkin dimunculkan oleh virus yang kini terperangkap di permafrost. Ini lantaran perubahan iklim menyebabkan lapisan tanah yang membeku mulai mencair.

Baca: Ilmuwan Jerman Mengklaim Virus Penyebab Covid-19 Dibuat di Laboratorium

"Seperempat dari Bumi bagian utara memiliki lapisan tanah beku permanen yang disebut permafrost," demikian yang tertulis dalam hasil studi itu, dikutip dari News Sky, (2/11/2022).

"Karena iklim memanas, permafrost yang mencair melepaskan material organik yang membeku hingga satu juta tahun, yang sebagian besar terurai menjadi gas karbon dioksida dan metana, makin memperbesar efek rumah kaca."

Baca: Peneliti: Virus Langya Bisa Jadi Pertanda Banyaknya Patogen Baru yang Belum Terdeteksi

"Sebagian dari material organik ini juga berisi mikroba seluler dan virus yang hidup kembali yang tidak aktif sejak masa prasejarah."

Virus-virus yang ditemukan di Siberia itu dibangkitkan kembali. Peneliti mengklaim tindakan itu tidak berbahaya lantaran virus itu hanya mampu menginfeksi mkroba amoeba. Di sisi lain, menurut peneliti, kembali aktifnya virus yang dapat menginfeksi hewan dan manusia akan jauh lebih berbahaya.

"Tampaknya permafrost purba akan melepaskan virus-virus yang tidak diketahui setelah mencair," kata peneliti dalam artikel yang ditulis mereka, dikutip dari NDTV.

"Berapa lama virus ini tetap bisa menginfeksi setelah terpapar kondisi luar ruangan, dan seberapa besar kemungkinan virus ini akan bertemu dan menginfeksi inang yang cocok dalam jangka waktu itu, tetap tidak bisa diperkirakan."

Baca: Tiongkok Laporkan Puluhan Kasus Virus Langya, Diduga Disebarkan oleh Tikus Curut

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang virus di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved