Tak Dibelikan Headset, Bocah 10 Tahun Menembak Mati Ibunya

Seorang bocah laki-laki asal Amerika Serikat menembak mati ibunya sendiri gara-gara tak dibelikan headset.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-headset-2.jpg
Pixabay/OpenCliparts Vectors
Ilustrasi headset.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun di Wisconsin, Amerika Serikat, nekat menembak mati ibunya sendiri gara-gara tak dibelikan headset.

Awalnya bocah itu mengklaim peristiwa penembakan itu adalah sebuah kecelakaan. Namun, dia kemudian mengaku bahwa penembakan itu memang disengaja.

Setelah penembakan itu, dia masuk ke akun Amazon milik ibunya dan membeli headset . Menurut saudara perempuan dan bibinya, bocah itu sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas tindakannya.

Sehari setelah peristiwa itu, kerabat korban memutuskan memanggil polisi. Bocah itu didakwa melakukan reckless homicide tingkat pertama. Dia kini ditahan di penjara anak-anak.

Dilansir dari News Sky, (2/11/2022), peristiwa penembakan itu terjadi tanggal 21 November, pukul 07.00 waktu setempat, di Kota Milwaukee.

Undang-undang di negara bagian mengharuskan anak berumur 10 tahun dan di atasnya untuk diperlakukan layaknya orang dewasa dalam kasus kejahatan besar. Namun, pengacara terdakwa bisa meminta kasus ini dipindahkan ke pengadilan remaja.

Baca: Pria Menembak Mati Tiga Anaknya di Gereja lalu Bunuh Diri

Angel Cunningham, salah satu pengacara bocah itu, mengatakan penembakan tersebut adalah sebuah tragedi keluarga.

Baca: Rayakan Kekalahan dari AS di Piala Dunia Qatar, Warga Iran Ditembak Mati Aparat

Menurut pemberitaan media setempat, bocah itu mengaku mendapatkan senjata api di kamar tidur ibunya. Dia kemudian turun ke lantai dasar tempat ibunya sedang mencuci.

Polisi Milwaukke awalnya berkata bahwa bocah itu "bermain" dengan senjata api dan melukai ibunya. Polisi kemudian meminta masyarakat untuk mengamankan senjata api dan menjauhkannya dari anak-anak.

Punya perilaku aneh

Bocah itu dikabarkan memiliki rekam jejak perilaku aneh. Salah satunya ialah suka mengayun-ayunkan anak anjing dengan ekornya ketika dia masih berusia 4 tahun.

Keluarganya berkata dia pernah mengisi balon dengan cairan mudah terbakar dan menyulutnya dengan api. Tindakan ini menyebabkan ledakan yang membakar perabotan rumah.

Selain itu, ketika ditanya oleh keluarganya, bocah itu mengaku melihat sosok tak kasat mata yang berbicara kepadanya.

Baca: Pegawai Resto Subway Ditembak Mati karena Taruh Terlalu Banyak Mayones pada Roti

Dia juga sempat menyerang sepupunya yang berusia 7 tahun pada hari ketika penembakan itu terjadi.

Dalam wawancara keduanya dengan polisi, dia mengaku ingin menembak tembok untuk menakuti ibunya ketika ibunya berjalan di depannya.

Dia juga mengaku mengambil senjata itu karena pada hari itu ibunya membangunkannya 30 menit lebih awal daripada biasanya.

(Tribunnewswiki)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved