Jessica Stern

Jessica Stern adalah seorang sarjana dan akademisi Amerika tentang terorisme


zoom-inlihat foto
Jessica-Stern-212.jpg
state.gov
Jessica Stern, utusan Amerika Serikat untuk membahas hak-hak LGBTQI+ di Indonesia.

Jessica Stern adalah seorang sarjana dan akademisi Amerika tentang terorisme




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jessica Stern adalah seorang sarjana dan akademisi Amerika tentang terorisme. 

Nama lengkapnya adalah Jessica Eve Stern.

Ia lahir pada 11 Februari 1958. 

Stern menjabat sebagai profesor riset di Pardee School of Global Studies di Boston University. 

Sebelumnya dia pernah menjadi dosen di Universitas Harvard. 

Dia bertugas di Satuan Tugas Institusi Hoover untuk Keamanan Nasional dan Hukum.

Pada tahun 2001, dia ditampilkan dalam serial majalah Time tentang Innovator.

Pada tahun 2009, dia dianugerahi Guggenheim Fellowship untuk karyanya tentang trauma dan kekerasan.  (1)

Baca: Jessica Shaina

  • Riwayat Pendidikan #


- Universitas Harvard: Kebijakan Publik, 1992

- Institut Teknologi Massachusetts: Program Kebijakan Teknologi (Teknik Kimia), 1988

- Barnard College of Columbia University, Jurusan: Kimia. Kecil: Rusia. 1985 (1)

 

Jessica Stern, utusan Amerika Serikat untuk membahas hak-hak LGBTQI+ di Indonesia.
Jessica Stern, utusan Amerika Serikat untuk membahas hak-hak LGBTQI+ di Indonesia. (Twitter/@OutRightIntl)

 

Baca: Atalia Praratya

  • Karier #


Jessica Stern bertugas sebagai staf Dewan Keamanan Nasional Presiden Bill Clinton dari tahun 1994 hingga 1995 sebagai direktur Urusan Rusia, Ukraina, dan Eurasia.

Dari tahun 1998 hingga 1999, dia adalah Rekan Superterorisme di Dewan Hubungan Luar Negeri.

Pada tahun 1995 hingga 1996, dia menjadi rekan nasional di Universitas Stanford's Hoover Institution.

Di sana dia adalah anggota Gugus Tugas Keamanan dan Hukum Nasional.

Stern adalah analis postdoctoral untuk Laboratorium Nasional Lawrence Livermore dari tahun 1992 hingga 1994.

Tugasnnya adalah menganalisis perkembangan politik di Rusia yang dapat menempatkan bahan nuklir atau bahan fisil dalam risiko untuk digunakan oleh teroris.

Selain itu, Stern juga nggota Komisi Trilateral dan Dewan Hubungan Luar Negeri.

Dia dinobatkan sebagai Council on Foreign Relations International Affairs Fellow, National Fellow di Hoover Institution, Fellow World Economic Forum, dan Harvard MacArthur Fellow.

Stern adalah seorang profesor riset di Frederick S. Pardee School of Global Studies dan Boston University.

Sejak 1999-2016 dia menjadi dosen kontra-terorisme dan hukum di Harvard Law School dan Harvard Kennedy School.

Tak hanya itu saja, dia telah bertugas di dewan penasehat American Bar Association Committee on Law Enforcement and National Security dan dewan editorial Current History and Bulletin of the Atomic Scientist.

Setelah itu Stern didapuk menjadi rekan di Pusat Kesehatan dan Hak Asasi Manusia FXB di Harvard School of Public Health.

Dia adalah kandidat akademis tingkat lanjut di Institut Psikoanalisis Massachusetts.

Bahkan dia juga telah menulis buku.

Bukunya berjudul ISIS: The State of Terror (2015), ditulis bersama J.M. Berger. (1)

Baca: Puan Maharani Nakshatra Kusyala

 

  • LGBTQI+ #


Pada 7-9 Desember 2022 Jessica Stern berencana untuk datang ke Indonesia.

Ia datang ke Indonesia dalam rangka untuk memajukan hak asasi manusia (HAM) LGBTQI+.

Namun hal itu ditolak oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Hal ini karena menurut MUI kedatangan Jessica Stern hanya akan merusak serta mengacak-acak nilai luhur agama dan budaya bangsa.

Apalagi Indonesia ini sebagai bangsa yang beragama dan beradab.

Dan enam agama yang diakui di Indonesia tak ada satupun yang mentolerir praktik LGBTQ+. (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

 



Nama Jessica Stern
Lahir 11 Februari 1958.
Riwayat Karir akademisi
Negara Amerika Serikat
   


Sumber :


1. www.tribunnews.com
2. en.wikipedia.org


Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved