Korsel Minta Tiongkok Desak Korut untuk Hentikan Program Nuklirnya

Presiden Korea Selatan meminta Tiongkok untuk membantu menghentikan program pengembangan senjata nuklir yang dilakukan Korea Ut


zoom-inlihat foto
Presiden-Korea-Selatan-Yoon-Suk-Yeol.jpg
BRENDAN SMIALOWSKI / AFP
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-Yeol saat menghadiri rapat dengan Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Jepang di sela-sela pertemuan tingkat tinggi NATO di Madrid, Spanyol, 29 Juni 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Seuk-yeol neminta Tiongkok untuk membantu menghentikan program pengembangan senjata nuklir yang dilakukan Korea Utara (Korut).

Yoon juga mengancam akan mengambil tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya jika Korut tetap nekat melanjutkan uji coba nuklir.

Dia meminta Tiongkok untuk memenuhi kewajibannya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, jika Tiongkok tidak melakukannya, alutsista militer akan masuk ke kawasan Korea.

"Yang pasti ialah Tiongkok punya kemampuan untuk mempengaruhi Korea Utara, dan Tiongkok punya kewajiban untuk terlibat dalam proses itu," kata Yoon dikutip dari Reuters, (29/11/2022).

Aksi uji coba persenjataan yang dilakukan Korut membuat negara-negara di kawasan Asia Timur, termasuk Jepang, memperbesar anggaran pertahanan. Selain itu, tindakan Korut juga memicu lebih banyak pengerahan pesawat dan kapal perang Amerika Serikat (AS).

Kata Yoon, Tiongkok punya kepentingan untuk mendenuklirisasi sekutunya itu.

Baca: Korut Diduga Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua ke Perairan Jepang

Yoon kemudian ditanya tentang tindakan bakal diambil Korsel dan sekutunya, yakni AS dan Jepang, jika Korut menggelar uji coba senjata nuklir lagi.

Dia menjawab bahwa Korsel dan sekutunya akan mengambil tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, Yoon menolak menjelaskan tindakan itu.

Baca: Korut: Uji Coba Rudal Jadi Latihan untuk Serang Korsel & AS

"Akan menjadi sangat tidak bijaksana bagi Korea Utara untuk melakukan uji coba nuklir ketujuh," kata Yoon.

Tahun ini Korut melakukan lebih banyak uji coba rudal daripada tahun-tahun sebelumnya. Bahkann, pekan ini pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Un, mengatakan negaranya ingin memiliki pasukan nuklir terkuat di dunia.

Di sisi lain, pejabat Korsel dan AS berujar Korut mungkin sedang mempersiapkan uji coba senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak tahun 2017.

Sebelum menghadiri KTT G20 di Bali, Presiden AS Joe Biden sempat berkata Presiden Tiongkok Xi Jinping bahwa negaranya berkewajiban untuk mengusahakan pembicaraan dengan Korut perihal uji coba nuklir. Biden juga memperingatkan Xi bahwa berlanjutnya uji coba pengembangan senjata oleh Korut akan membuat AS mengirimkan lebih banyak pasukan di kawasan itu.

AS dan Korsel telah sepakat untuk mengerahkan alutsista strategis AS, seperti kapal induk dan pesawat pengebom jarak jauh. Kini ada 28.500 personel militer AS yang ditempatkan di Korsel.

Baca: Balas Aksi Korut, AS dan Korsel Tembakkan Rudal ke Lautan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Korea Utara di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved