Menkes Imbau Lansia Segera Lakukan Vaksinasi Booster Kedua

Pasalnya, kelompok usia ini termasuk golongan rentan yang potensial mengalami gejala berat hingga kematian jika terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.


zoom-inlihat foto
Salah-satu-warga-Cempaka-Putih-sedang-menerima-vaksin-booster.jpg
Kompas.com/REZA AGUSTIAN
ILUSTRASI. Salah satu warga Cempaka Putih sedang menerima vaksin booster di RPTRA Cempaka Putih Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kementerian Kesehatan memperbolehkan mekanisme pemberian vaksin Covid-19 booster kedua atau vaksin dosis keempat untuk kalangan lansia (orang berusia 60 tahun ke atas), mulai Selasa (22/11/2022).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia.

Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan M. Syahril mengungkapkan, vaksin booster kedua diprioritaskan untuk kalangan lansia.

Pasalnya, kelompok usia ini termasuk golongan rentan yang potensial mengalami gejala berat hingga kematian jika terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.

Beberapa pekan terakhir terjadi lonjakan kasus aktif Covid-19 di Indonesia maupun secara global.

“Vaksin Covid-19- booster kedua untuk lansia bisa diberikan sekurang-kurangnya enam bulan sejak booster pertama diberikan,” jelas Syahril, seperti dilansir dari Sehatnegeriku, Selasa malam.

Ilustrasi vaksin booster menggunakan vaksin Moderna
Ilustrasi vaksin booster menggunakan vaksin Moderna (Dok. Kementerian Kesehatan)

Untuk kalangan lansia yang belum menerima vaksin Covid-19 primer atau dosis pertama dan kedua, mereka wajib melengkapi vaksinasinya dulu sebelum bisa menerima vaksin booster dosis pertama dan kedua.

Syahril mengatakan, program pemberian vaksin Covid-19 booster kedua bersamaan dengan percepatan vaksinasi primer dan booter pertama.

Dirinya juga menginstruksikan fasilitas pelayanan atau pos kesehatan menjalankan vaksinasi Covid-19 secara merata di seluruh Indonesia.

Sebab, beberapa daerah di Indonesia cakupan vaksinasi primer dan booster pertamanya masih ada yang kurang dari 70 persen dari populasi.

“Percepatan vaksinasi baik primer maupun booster perlu dilakukan mengingat pasien Covid-19 yang meninggal sebagian besar adalah masyarakat yang belum divaksinasi, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta,” kata Syahril.

Baca: Menkes Budi Gunadi Imbau Warga Segera Booster Covid-19, Kurangi Sakit dan Risiko Kematian

Syahril mengimbau agar masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 atau status vaksinasi Covid-19-nya belum lengkap segera melengkapinya.

“Mengingat faktor risikonya yang tinggi, jangan menunda dan jangan pilih-pilih vaksin. Karena, vaksinasi terbaik adalah vaksinasi yang dilakukan sekarang juga,” ujar Syahril.

Untuk diketahui, jenis vaksin Covid-19 booster kedua yang diberikan telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat Makanan, rekomendasi ITAGI, serta memperhatikan ketersediaan stok vaksin di masing-masing daerah.

Jenisnya yakni Astra Zeneca, Pfizer, Moderna, Sinopharm, Sinovac, Indovac, Janssen (J&J), Zifivax, atau Covovax.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved