Menkes Budi Gunadi Imbau Warga Segera Booster Covid-19, Kurangi Sakit dan Risiko Kematian

Vaksin dosis ketiga (booster) terbukti berhasil mengurangi risiko kesakitan dan kematian akibat Covid-19, terutama di kelompok lansia.


zoom-inlihat foto
Salah-satu-warga-Cempaka-Putih-sedang-menerima-vaksin-booster.jpg
Kompas.com/REZA AGUSTIAN
ILUSTRASI. Salah satu warga Cempaka Putih sedang menerima vaksin booster di RPTRA Cempaka Putih Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat agar segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan untuk mendapat vaksin booster.

Sebab, vaksin dosis ketiga (booster) terbukti berhasil mengurangi risiko kesakitan dan kematian akibat Covid-19, terutama di kelompok lansia.

Data yang ada saat ini, kelompok lanjut usia punya faktor risiko jauh lebih tinggi dibandingkan anak-anak.

“Vaksin ini sangat penting untuk melindungi kita terutama yang usia lanjut,” kata Budi dalam siaran pers, Kamis (10/11/2022), dikutip dari Kompas.com.

Budi menjelaskan, vaksin booster diperlukan karena mayoritas pasien Covid-19 yang mengalami kondisi berat hingga kritis di rumah sakit dan pasien yang meninggal belum menerima vaksin dosis lengkap.

Tercatat, sejak Periode 4 Oktober hingga 8 November 2022, ada 27.081 pasien konfirmasi positif Covid-19 mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dari jumlah tersebut, hampir separuh atau 10.639 pasien memiliki gejala sedang, berat hingga kritis, di mana 74 persen diantaranya belum memperoleh vaksin booster Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi (Tangkapan Layar KompasTV)

Sebanyak 1.373 pasien tercatat meninggal dunia pada periode yang sama, 84 persen diantaranya belum memperoleh vaksin booster Covid-19.

Kematian tertinggi pada kelompok lansia dan 50 persen lansia ini belum memperoleh vaksinasi.

“Kalau sudah booster, maka risiko kesakitan dan kematian karena Covid-19 turun jauh dibandingkan yang belum vaksin,” ucap Budi.

Baca: Kasus Covid-19 Mulai Naik, Kenali Gejala Barunya

Budi mengatakan, capaian vaksinasi lansia masih belum memenuhi target meskipun capaian vaksinasi dosis lengkap pada level nasional cukup menggembirakan.

Sebanyak 7 dari 34 provinsi di Indonesia belum mencapai 70 persen target vaksinasi lansia dosis pertama.

Adapun sebanyak 24 provinsi belum dapat mencapai 70 persen target vaksinasi lansia dosis kedua.

Dengan cakupan vaksinasi booster Covid-19, di mana baru 3 provinsi di Indonesia yang memenuhi target 50 persen lansia, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Bali, dan Jawa Barat.

Kemudian, 8 Provinsi berada di kisaran 30-45 persen, dan sisanya masih di bawah 30 persen.

Budi meminta seluruh dinas kesehatan untuk terus menggenjot capaian vaksinasi di wilayahnya masing-masing.

Yakni dengan mengaktifkan sentra-sentra vaksinasi hingga upaya jemput bola kepada masyarakat.

“Sekali lagi pesan saya satu, segera booster, agar seluruh masyarakat kita terlindungi dari Covid-19” ungkap Menkes.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved