Hadapi Masa Sulit, Meta Bantah Rumor Zuckerberg Akan Mundur dari Posisi CEO

Rumor mundurnya Zuckerberg muncul dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Leak.


zoom-inlihat foto
Karyawan-Facebook-menyingkap-logo-baru-dan-nama-Meta-pada-tanda-di-depan-kantor.jpg
JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
Logo Meta Platform pada tanda di depan kantor pusat Facebook pada 28 Oktober 2021 di Menlo Park, California.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Meta Platforms yang menjadi induk Facebook membantah bahwa Mark Zuckerberg akan mundur dari posisi CEO tahun depan.

Rumor mundurnya Zuckerberg muncul dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Leak. Dalam artikel itu disebutkan bahwa Zuckerberg akan mundur di tengah ketidakpuasan investor akibat turunnya harga saham Meta.

Artikel tersebut banyak dibagikan di media sosial dan segera menjadi viral.

Namun, Direktur Komunkasi Meta, Andy Stone, membantah kebenaran laporan tersebut. "Ini tidak benar," tulis Stone dikutip dari Newsweek, (23/11/2022).

Kendati Zuckerberg tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur, Meta dalam beberapa bulan ini memang menghadapi sejumlah kekacauan.

Bulan lalu saham Meta anjlok hingga 23 persen bulan setelah muncul laporan yang mengungkapkan bahwa pendapatan Meta pada kuarter ketiga tahun itu turun 49 persen dari tahun lalu. Selain itu, dalam laporan tersebut ada perkiraan bahwa pendapatan Meta pada kuarter keempat akan lebih rendah daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Baca: Badai PHK, Meta Induk Facebook Akan Pangkas 11.000 Karyawan

Zuckerberg sendiri dikritik oleh para investor atas proyek metaverse yang dijalankannya. Proyek itu menunjukkan adanya penurunan keuntungan yang besar sepanjang tahun ini.

Meski beberapa investor telah mendorong Zuckerberg untuk beralih ke proyek yang lebih menguntungkan, Meta terus berinvestasi di metaverse.

Baca: Mirip dengan Twitter, Meta Induk Facebook Akan Lakukan PHK Besar-besaran

Laporan keuangan itu juga memicu Morgan Stanley, perusahaan jasa keuangan multinasional, menurunkan penilaiannya atas Meta untuk pertama kalinya.

Sementara itu, Jim Tierney yang menjadi kepala bidang investasi di AllianceBernstein berujar bahwa para investor kecewa dengan rencana Meta untuk melanjutkan proyek metaverse. Padahal, Meta sudah didesak untuk tidak mefokuskan proyek metaverse yang menghadapi sejumlah masalah teknis.

Adapun saham Meta sudah anjlok hingga lebih dari 60 persen sepanjang tahun ini. Divisi Reality Labs yang menangani metaverse telah kehilangan $3,7 miliar pada kuarter ketiga. Tahun ini Meta telah kehilangan total $9,4 miliar.

Meta telah memperkirakan kerugian akan terus berlanjut hingga tahun depan.

Baca: Facebook & Twitter Hapus Akun Propaganda yang Dukung Kebijakan Luar Negeri AS

Pada bulan Februari lalu Meta juga melaporkan bahwa Facebook kehilangan pengguna hariannya untuk pertama kali.

Menurut Meta, bertambahnya persaingan dari platform media sosial lain seperti TikTok telah mengurangi pendapatan Meta tahun ini. Selain itu, perubahan pada kebijakan privasi Apple turut memangkas pendapatan.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Mark Zuckerberg di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved