TRIBUNNEWSWIKI.COM - Junta militer Myanmar membebaskan ribuan tahanan politik dari penjara melalui program amnesti massal, (17/11/2022).
Menurut pihak militer, pembebasan hampir 6.000 tahanan politik itu untuk memperingati hari Kebangsaan Myanmar.
Myanmar sendiri disorot oleh dunia dan dijatuhi beragam sanksi setelah junta militer melakukan kudeta tanggal 1 Februari 2021 lalu. Mereka juga memenjarakan Perdana Menteri Myanmar Aung San Suu Kyi.
Dari ribuan tahanan itu, terdapat empat warga negara asing yang dibebaskan, salah satunya warga Amerika Serikat (AS) bernama Kyaw Htay Oo. Dia sudah ditahan lebih dari setahun.
"Kami sangat mengapresiasi sekutu dan rekan kami yang bergabung dengan kami dalam mendesak rezin militer Burma (Myanmar) untuk membebaskan [tahanan]," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pernyataannya, dikutip dari United Press International.
Baca: Abaikan Seruan PBB, Junta Militer Myanmar Tetap Menghukum Mati 2 Aktivis
Adapun tiga warga negara asing lainnya adalah ekonom asal Australia bernama Sean Turnell, seorang mantan duta besar Inggris, dan seorang sutradara asal Jepang.
Turnell dikenal sebagai penasihat ekonomi untuk Aung San Suu Kyi. Dia divonis tiga tahun penjara karena didakwa melakukan spionase.
Baca: Takut Ancaman Militer, Ratusan Orang Tua di Myanmar Putuskan Hubungan dengan Anak Mereka
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan Turnell telah berkumpul kembali dengan keluarganya setelah ditahan selama 21 bulan.
"Kepulangannya akan menjadi kelegaan besar bagi keluarganya, temannya, dan banyak pendukungnya di Australia dan seluruh kawasan itu," kata Wong.
Kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Turnell tiba di Australia setelah terbang dari Bangkok.
Sementara itu, mantan duta besar Inggris yang dibebaskan ialah Vicky Bowman. Dia dan suaminya, Htein Lin, ditahan mulai bulan Agustus lalu karena dianggap melanggar aturan imigrasi.
"Kami menyambut baik pembebasan Vicky Bowman dan lainnya dari tahanan di Myanmar hari ini," kata Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly dalam pernyataannya.
"Semua yang ditahan secara tidak adil di Myanmar harus dibebaskan."
Baca: Lebih dari 30 Orang Dilaporkan Dibunuh dan Dibakar oleh Militer Myanmar
Adapun sutradara Jepang yang dibebaskan bernama Toru Kubota. Dia divonis hukuman penjara selama 10 tahun. Dia dianggap melanggar undang-undang tentang penghasutan lantaran merekam aksi demonstrasi. Dia dibebaskan bersama Htay Oo, manta aktivis mahasiswa Generasi UU.
Lembaga Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) pada hari Rabu lalu mengatakan Myanmar masih menahan lebih dari 13.000 tahanan politik. Sebanyak 1.648 orang di antara mereka sedang menjalani hukuman. Menurut AAPP, sudah ada lebih dari 2.500 orang dibunuh oleh aparat pemerintah sejak kudeta Februari tahun lalu.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Myanmar di sini.