Pakar Rusia Minta Negaranya Akui Kekalahan: 'Berhenti Berpura-pura'

Seorang pakar Rusia bernama Igor Shishkin meminta negaranya berterus terang tentang kekalahan pasukan Rusia di kota itu.


zoom-inlihat foto
Desa-Arkhanhelske-Kherson-y.jpg
Seorang lansia wanita sedang berjalan di Desa Arkhanhelske, Kherson, yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Rusia, (3/11/2022)
Seorang lansia wanita sedang berjalan di Desa Arkhanhelske, Kherson, yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Rusia, (3/11/2022)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pakar Rusia bernama Igor Shishkin mengkritik pemberitaan Kremlin tentang penarikan pasukan Rusia dari Kota Kherson, Ukraina.

Shishkin meminta negaranya tidak berpura-pura, dan berterus terang tentang kekalahan pasukan Rusia di kota itu.

"Ketika kita menderita kekalahan, mulailah berkata bahwa itu sebuah kekalahan dan tidak berpura-pura bahwa itu sebuah kemenangan atau semacam langkah licik. Kita harus mengatakan yang sebenarnya." kata Shishkin melalui TV Rusia, dikutip dari Newsweek, (12/11/2022).

Rusia mulai menarik pasukannya dari Kherson pekan ini. Menurut militer Rusia, penarikan itu bertujuan untuk melindungi warga sipil dan pasukan.

Di sisi lain, warga sipil menganggap mundurnya pasukan Rusia sebagai kemenangan. Namun, pejabat Ukraina meminta untuk tetap berhati-hati karena bisa saja Rusia menarik pasukan agar bisa mempersiapkan lebih banyak serangan terhadap Ukraina.

Baca: Digempur Ukraina, Pasukan Rusia Diperintahkan Mundur dari Kherson

Kherson sendiri sudah dinyatakan sebagai bagian dari Federasi Rusia. Kremlin mengatakan Kherson adalah satu-satunya wilayah yang dikuasai Rusia di barat Sungai Dnipro.

Rusia menggambarkan penarikan itu sebagai langkah pencegahan dan strategi. Namun, sejumlah orang, termasuk Shishkin, merasa yang dikatakan pemerintahnya tidak tepat.

Kata Shishkin, berita tentang penarikan pasukan di Kherson mirip dengan berita mundurnya pasukan dari Kharkiv bulan September lalu setelah ada serangan balik yang kuat dari Ukraina.

Baca: Ukraina Serang Balik Tentara Rusia di Kherson, Hancurkan Gudang Senjata

Sementara itu, Mark Cancian, penasihat di Pusat Studi Strategi dan Intenrnasional, menilai penarikan mundur pasukan Rusia adalah hal yang masuk akal secara militer, yakni untuk melindungi pasukan.

Cancian mengatakan posisi pasukan Rusia di barat Sungai Dnipro memang kurang terlindungi. Jika wilayah yang diduduki mereka saat ini direbut, ribuan tentara Rusia akan terperangkap dan menjadi tawanan.

"Penarikan mundur ini memungkinkan mereka untuk menyalurkan kembali pasukan," kata Cancian.

"Jadi, mereka bisa menggunakan beberapa satuan di tempat lain dan menjalankan strategi jangka penjang mereka," kata dia menambahkan.

Dalam siaran TV, Jenderal Sergei Surovikin yang menjadi panglima perang Rusia di Ukraina juga telah menyarankan penarikan pasukan. Dia menyinggung masalah logistik.

Baca: Rusia Merebut Kota Kherson, Jumlah Pengungsi Ukraina Tembus 1 Juta Orang

"Kherson tak bisa sepenuhnya mendapat perbekalan dan berguna. Rusia telah melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk memastikan evakuasi penduduk Kherson," kata Surovikin kepada Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, dikutip dari The Guardian.

"Kita akan menyelamatkan hidup tentara kita dan kemampuan tempur satuan kita. Membuat mereka tetap di tepi barat adalah hal yang sia-sia. Beberapa dari mereka bisa digunkan di front lain," kata Surovikin menjelaskan.

Surovikin mengakui bahwa pasukan Rusia di sana tidak bisa beroperasi secara efektif.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved