Adapun AKBP Ridwan Soplanit berpengalaman dalam bidang reserse.
Selama kariernya, Ridwan pernah mengungkap kasus yang cukup menjadi perhatian publik.
Pada Juni 2022, dia berhasil menangkap pelaku pengeroyokan siswa SMA Negeri 70.
Dia menangkap enam orang pelaku dalam kasus pengeroyokan ini.
Pada April 2022, Ridwan menangkap bos PS Store, Putra Siregar, dan artis Rico Valentino terkait dengan kasus dugaan pengeroyokan terhadap seseorang.
Samual Ngaku Sempat Percaya Skenario Tembak Menembak Sambo
Rifaizal Samual, Mantan Kanit I Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, mengaku sempat percaya adanya skenario tembak menembak lantaran pangkat yang disandang oleh Ferdy Sambo.
Seperti yang diketahui Ferdy Sambo yang merupakan seorang Jenderal Bintang Dua sekaligus pimpinan Propam Polri.
Samual mengaku dirinya langsung melakukan apa yang menjadi perintah Ferdy Sambo saat itu.
Dia menyusun soal skenario tembak menembak.
Oleh sebab itulah Samual yakin soal kejadian tembak menembak tersebut benar adanya.
Hal itu lantaran peristiwa tembak menembak itu terjadi di rumah seorang Pati Polri berpangkat Inspektur Jenderal Polisi.
Ditambah lagi dengan adanya beberapa saksi di lokasi tersebut.
Termasuk anggota Propam Polri mengatakan jika peristiwa itu adalah tembak menembak.
Oleh sebab itulah tidak ada alasan untuk membantah dengan mengatakan hal lain terkait kejadian tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Rifaizal Samual dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022) malam.
Samuel berujar soal kadiv Propam yang mempunyai kewenangan khusus terhadap polisi umum.
"Siap yang mulia, saya sampaikan seperti apa yang saya sampaikan bahwa seorang Kadiv Propam berpangkat Irjen pol, bintang dua di polri banyak pak, akan tetapi kadiv Propam ini hanya satu, kalau di tni kan POM nya TNI, artinya memiliki kewenangan khusus terhadap polisi umum," ujar Samual, dikutip dari Tribunnews.
Lantas ia langsung melaksanakan perintah yang diberikan padanya.
"Jadi mohon izin saya pun ketika diperintahkan beliau langsung laksanakan pak, tetapi perintah yang saat itu saya tahu adalah perintah yang benar," lanjut Samual.