Pejabat Rusia Ungkap 4 Alasan Putin Harus Kobarkan Perang di Ukraina

Magomedsalam Magomedov yang menjabat sebagai Wakil Kepala Pemerintahan Kepresidenan Rusia mengungkapkan alasan Putin harus melancarkan invasi.


zoom-inlihat foto
tentara-Rusia-terbakar-Kota-Izium.jpg
JUAN BARRETO / AFP
Kendaraan lapis baja milik tentara Rusia terbakar Kota Izium, Kharkiv, Ukraina timur, (14/19/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pejabat Rusia mengungkapkan empat alasan Presiden Rusia Vladimir Putin harus mengobarkan perang di Ukraina.

Pejabat itu adalah Magomedsalam Magomedov yang menjabat sebagai Wakil Kepala Pemerintahan Kepresidenan Rusia.

"Dukungan secara terbuka terhadap ideologi neo-Nazi, cepatnya militerisasi Ukraina, adanya seruan terus-menerus untuk menganeksasi wilayah Rusia, meningkatnya ancaman terhadap keamanan nasionan dan stabilitas kami membuat presiden negara kami, Vladimir Putin, tidak punya pilihan selain melancarkan operasi militer khusus," kata Mahomedov, (3/10/2022), dikutip dari Newsweek berdasarkan laporan TASS.

Invasi Rusia telah berlangsung selama 8 bulan sejak dilancarkannya serangan pertama pada tanggal 24 Februari lalu.

Belum diketahui dengan pasti jumlah korban di kedua belah pihak. Komandan tertinggi angkatan bersenta Ukraina, Valeriy Zaluzhny, mengatakan per Agustus lalu negaranya telah kehilangan 9.000 personel militer.

Baca: Rusia Gagal Paksa PBB Selidiki Dugaan Senjata Biologis di Ukraina

 

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyebut pada bulan Agustus lalu Ukraina telah membunuh atau melukai 45.200 personel Rusia. Jumlah ini belum diverifikasi. Di sisi lain, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada bulan September mengatakan sudah ada 5.937 tentara Rusia yang tewas.

Baca: Ukraina: Iran Akan Kirim Ratusan Drone ke Rusia Awal November Ini

Rusia saat ini menghadapi kesulitan karena pasukan Ukraina berhasil merebut beberapa daerah, termasuk sebagain wilayah Kherseon. Pasukan Rusia dilaporkan kurang bersemangat dan kesusahan mendapatkan perlengkapan perang.

Kendati pasukan Rusia mengalami kesulitan, Mahomedov tetap mengatakan bahwa invasi ke Ukraina adalah hal yang diperlukan.

"Ini buka pilihan yang mudah, tetapi pilihan yang sangat dibutuhkan, pertama-tama demi masa masa depan negara kami, anak dan cucu kami," kata dia menjelaskan. "Keputusan ini didukung oleh sebagian besar rakyat Rusia."

Baru-baru ini pasukan Rusia dilaporkan meninggalkan titik pengecekan keamanan di Kherson. Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan bendera Rusia telah diturunkan dari balai kota.

Baca: Kecam Perang di Ukraina, Taipan Rusia Lepaskan Kewarganegaraannya

Wakil Kepala Dewan Regional Kherson, Yuriy Sobolevskyi, mengunggah sebuah foto di kanal Telegram dan memberikan keterangan. Foto itu diambil pada hari Selasa.

"Pemerintahan Kherson Oblast. Foto ini diambil hari ini. Menghilangnya apa yang kamu ketahui sebagai ... [tentara Rusia]. Kherson dulu, sekarang, dan kelak hanya akan menjadi milik orang Ukraina. Dan jika bukan kami, kalian [tentara Rusia] yang akan mencopot bendera kalian," kata dia untuk menjelaskan foto itu.

Bulan September lalu Putin telah memberlakukan kebijakan "mobilasasi sebagian". Personel wajib militer akan dikirim ke Ukraina. Namun, banyak dari mereka yang memilih kabur ke luar negeri.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Rusia di sini.

 







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved