TRIBUNNEWSWIKI.COM - Orang terkaya di dunia sekaligus pemilik Twitter, Elon Musk, mengunggah twit konspirasi anti-LGBT di media sosial itu, (30/10/2022).
Namun, kicauan itu dihapus Musk beberapa jam kemudian sehingga tidak tampak lagi di lini masa akunnya.
"Twit ini telah dihapus oleh pemilik akun," demikian keterangan di Twitter. Menurut laman Semafor, twit itu telah disukai oleh lebih dari 110.000 pengguna Twitter sebelum diharpus.
Dikutip dari Channel News Asia, Musk awalnya melontarkan kicauan untuk menanggapi berita yang dibagikan mantan Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton. Berita itu tentang dugaan adanya hubungan antara penyerang suami Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan kelompok sayap kanan ekstrem.
"Ada kemungkinan kecil, barangkali ada yang lebih banyak di dalam cerita ini daripada yang terlihat," kata Musk kepada Clinton. Musk juga menyertakan sebuah tautan laman berita di twit itu, tetapi sudah tidak bisa diakses. Laman berita itu memang dikenal sering menyebarkan teori konspirasi.
Baca: 75 Persen Karyawan Twitter Dikabarkan Akan Dirumahkan oleh Elon Musk
Dia kemudian mengunggah twit lagi pada siang hari, tetapi kemudian dihapus. Twit kontroversial Musk ini menjadi sasaran para kritikus yang kurang suka dengan kebijakan Musk mengenai Twitter.
Baca: Mantan Pacar Elon Musk Melelang Barang Peninggalan Kekasihnya
Pihak Twitter belum buka suara tentang twit Musk itu ketika diminta berkomentar oleh kantor berita AFP.
Musk yang sering membuat twit kontroversial sudah berjanji untuk memberlakukan kembali moderasi konten di media sosial berlogo burung itu. Twitter akan bergantung pada algoritma komputer dalam moderasi ini.
Pekan lalu Musk berujar bahwa Twitter tidak bisa menjadi media sosial yang benar-benar bebas dan orang bisa membicarakan apa pun.
Seth Masket, pakar politik di Universitas Denver, menanggapi twit konspirasi Musk.
"Clinton: Teori konspirasi makin banyak membunuh orang dan kita seharusnya tidak menguatkannya. Pemiliki Twitter: Tetapi sudahkah Anda menganggap ini sebagai teori konspirasi?" kata Masket dikutip dari Channel News Asia.
Baca: Fans Manchester United Kesal atas Guyonan Pembelian MU oleh Elon Musk
Beberapa jam sebelum Musk mengeluarkan twit itu, Twitter tengah ditargetkan oleh sejumlah orang yang ingin mengetes kebijakan moderasi Twitter di bawah Musk dengan mengunggah konten tertentu.
"Kebijakan Twitter belum berubah. Dan kami mengambil tindakan untuk menghentikan upaya sebuah organisasi yang membuat orang-orang berpikira kami telah berubah," demikian penjelasan Yoel Roth yang mengepalai bagian keamanan dan integritas Twitter.
Roth berujar ada sejumlah akun yang mengunggah banyak ujaran kebencian. Kata dia, hampir semua akun itu bukan akun asli.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Elon Musk di sini.