Keluarga Brigadir J Ngaku Takut Hadapi Jenderal Saat Akan Laporkan Kasus, Ditambah Terkendala Biaya

Kamaruddin Simanjutak beberkan soal keluarga Brigadir J yang sempat ragu untuk laporkan kasus kematian anak mereka


zoom-inlihat foto
KOMPAScom-IRFAN-KAMILllaj-y.jpg
KOMPAS.com / IRFAN KAMIL
Kamaruddin Simanjuntak dan keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022) pukul 08.55 WIB. Mereka bakal memberi kesaksian untuk terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Richard Eliezer.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pihak keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat ngaku sempat takut saat akan laporkan kasus kematian anak mereka.

Hal ini lantaran yang mereka hadapi adalah jenderal.

Mereka sadar jika nekat membawa perkara kematian Yosua akan berhadapan langsung dengan para petinggi kepolisian.

Ditambah lagi, keluarga Brigadir J juga khawatir soal biaya.

Rosti Simanjuntak, ibu Yosua, "hanya" guru SD di Jambi.

Sedangkan ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, tak lagi bekerja sejak pandemi Covid-19.

Baca: Soal Wanita Simpanan Ferdy Sambo Diungkit Dalam Sidang, Kamaruddin Sebut Yosua Beri Informasi ke PC

Baca: Profil Erna Normawati, Jaksa Garang yang Tolak Eksepsi PC & Ingin Jebloskan Istri Sambo ke Penjara

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (25/10/2022).

Keterangan ini disampaikan Kamaruddin saat dirinya memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E.

Kamaruddin Simanjutak mengklaim dirinya sudah curiga sejak awal mendengar kasus kematian Brigadir J.

Sebanyak 12 orang termasuk pihak keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel) dalam sidang Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).
Sebanyak 12 orang termasuk pihak keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel) dalam sidang Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022). (KOMPAS.com/ IRFAN KAMIL)

Ia juga mengatakan ketidakpercayaannya soal aksi tembak menembak antara Brigadir Yosua dengan Bharada E atau Bharada Eliezer.

Kasus kematian Brigadir J ini dalam proses penyidikan kasus ini tak dilakukan uji balistik.

Ditambah dengan tidak adanya pemasangan garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya ruamh dinas Ferdy Sambo.

Narasi menyebut, kata Kamaruddin, baku tembak terjadi lantaran pelecehan pada Putri Candrawathi yang dilakukan Brigadir J juga terdengar ganjil.

Kamaruddin menduga adanya banyak kebohongan dalam kasus kematian Brigadir J sejak awal.

Baca: Isi Dakwaan Lengkap Terhadap Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Atas Kasus Pembunuhan Brigadir J

Pengacara ini yakin hilangnya nyawa Yosua bukan lantaran adanya tembak menambak, namun pembunuhan berencana.

"Saya sudah yakini (adanya) pembunuhan berencana makanya saya tuliskan dalam surat kuasa Pasal 340 juncto Pasal 338 juncto Pasal 351 Ayat (3) juncto Pasal 55 dan 56," kata Kamaruddin, dikutip dari Kompas.

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, bersama rombongan keluarga dan kekasih Brigadir J tiba di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, jelang sidang Selasa (25/10/2022).
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, bersama rombongan keluarga dan kekasih Brigadir J tiba di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, jelang sidang Selasa (25/10/2022). (Warta Kota/Gilbert Sem Sandro)

Kamaruddin meyakinkan kepada pihak keluarga Brigadir J, dirinya berjanji akan menanggung biaya yang diperlukan dalam mengurus kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.

Pendampingan hukum juga diberikan secara gratis kepada keluarga Brigadir J.

"Setelah itu sepakatlah mereka memberi kuasa kepada saya," kata Kamaruddin.

"Muncul lagi pertanyaan (dari keluarga Brigadir J), nanti bagaimana yang kita lawan ini kan institusi yang sangat besar, jenderal-jenderal, kata Pak Samuel Hutabarat (ayah Brigadir J)"

"Saya katakan, tidak perlu takut, cukup berdoa saja," lanjut dia.

(TRIBUNNEWSWIKI/Ka)







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved