TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pejabat Palestina mengklaim ada tiga warga Palestina yang tewas dalam baku tembak dengan tentara Israel di Tepi Barat, (25/10/2022).
Menurut pihak Palestina, salah satu korban tewas tidak bersenjata. Beberapa warga Palestina yang membawa senjata dilaporkan terluka.
Baku tembak itu terjadi saat tentara Israel memasuki Kota Nablus di Tepi Barat. Menurut juru bicara Fatah, mereka dipergoki oleh aparat keamanan dan militan Palestina.
Dikutip dari The Guardian, militer Israel mengaku bahwa pasukannya memang menjalankan operasi di Nablus. Namun, tidak ada keterangan lebih lanjut tentang operasi ini.
Nablus menjadi wilayah yang bergejolak sejak Israel mulai melakukan penindakan tegas di Tepi Barat bulan Maret lalu. Penindakan itu merupakan respons Israel atas sejumlah serangan yang dilakukan warga Palestina di Israel.
Baca: Pergi ke Wilayah Israel, Pria Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel
Pada hari Sabtu lalu tentara Israel juga menembak mati seorang warga Palestina di Tepi Barat. Beberapa jam sebelumnya, terjadi serangan dengan senjata tajam di Yerusalem dan melukai seorang warga Israel.
Baca: Lagi, Tentara Israel Menembak Mati Warga Palestina di Tepi Barat
Sementara itu, pada awal bulan ini tentara Israel dilaporkan melepaskan tembakan ketika ada kerusuhan dengan ratusan pengunjuk rasa Palestina di Yerusalem yang melempar batu dan bom molotov.
Sebelum kerusuhan itu terjadi, Israel telah menggelar operasi militer selama sebulan di Tepi Barat bagian utara. Saat operasi berlangsung, Pasukan Keamanan Israel (IDF) sering terlibat konfrontasi dengan milisi lokal di Kota Jenin dan Nablus.
Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pihaknya telah meminta Amerika Serikat untuk membantu mengakhiri operasi Israel.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, tahun ini sudah ada lebih dari pejuang Palestina dan warga sipil yang tewas. Jumlah ini merupakan yang terbanyak di Tepi Barat selama 7 tahun terakhir.
Baca: Pasukan Israel Dituding Bunuh Pemuda Palestina saat Bentrokan
Sementara itu, IDF menyebut serangan bersenjata yang menargetkan pemukim Israel dan pihak militer telah meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu. Per September 2022, sudah ada 170 serangan.
Amnesty International mendesak adanya penyelidikan dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Israel dan militan Palestina dalam bentrokan bulan Agustus lalu. Organisasi itu mengklaim ada 31 warga sipil yang tewas.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Palestina di sini